Jawa Tengah Jadi Pilot Project Program Pembinaan Penyandang Disabilitas KemenkoPMK

Agar pemerintah daerah lebih peduli terhadap pengembangan serta pembinaan potensi anak dari para penyandang disabilitas.

Jawa Tengah Jadi Pilot Project Program Pembinaan Penyandang Disabilitas KemenkoPMK
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Acara Gerakan Nasional Revolusi Mental Untuk Kemandirian Anak Penyandang Disabilitas di Balai Kota Solo, Kamis (2/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK)
berencana menjadikan Yogyakarta dan Jawa Tengah sebagai pilot project dalam melakukan pembinaan kepada penyandang disabilitas.

Hal tersebut dikemukakan dalam acara Gerakan Nasional Revolusi Mental Untuk Kemandirian Anak Penyandang Disabilitas di Balai Kota Solo, Kamis (2/5/2019).

Plt Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak, Ghafur Dharmaputra mengurai hal tersebut juga bertujuan agar pemerintah daerah lebih peduli terhadap pengembangan serta pembinaan potensi anak dari para penyandang disabilitas.

"Pasalnya, jika potensi mereka dapat dikelola secara baik bisa meningkatkan kemandirian secara ekonomi," katanya kepada wartawan, Kamis (2/5/2018).

KPU Sukoharjo Temukan Selisih Daftar Pemilihan Tambahan di Kecamatan Weru

Misalnya saja yang dilakukan penyandang disabilitas di Yogyakarta, di sana ada salah satu penyandang disabilitas yang berhasil memproduksi kursi, dan permintaan pasar terbilang bagus.

Pembinaan ini sengaja dimasukan dalam program Revolusi Mental, agar para orang tua bisa menerima keistimewaan anaknya.

Dan masyarakat tidak melakukan diskriminasi terhadap mereka, para penyandang disabilitas.

Selanjutnya, strategi pembinaan serupa akan diduplikasi untuk diterapkan di daerah lain, khususnya Jawa Tengah.

"Khususnya Kota Solo yang selama ini sudah cukup fokus memberikan dukungan bagi penyandang disabilitas," ungkapnya.

Flora Rifdah Bawakan Tari Kenes di Acara Gerakan Revolusi Mental untuk Kemandirian Anak Disabilitas

Yakni melalui pendidikan inklusi maupun asrama, dan hal tersebut ditingkatkan dengan program pendampingannya.

"Tentunya perlu dibarengi dengan sinergi bersama stakeholder lainnya, antara lain sekolah, universitas, dan lainnya," ungkapnya.

Pengembangan bakat bagi kaum disabilitas ini yang diperlukan, untuk terus meningkatkan perkonomian mereka. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved