Ramadan 2019

Hari Kedua Puasa Ramadan 2019, Harga Cabai di Pasar Tradisional Solo Naik

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo melakukan sidak pasar di hari kedua Ramadan 2019 seiring dengan naiknya sejumlah harga komoditas pokok.

Hari Kedua Puasa Ramadan 2019, Harga Cabai di Pasar Tradisional Solo Naik
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Sidak Pasar periode Ramadan 2019 di Pasar Gede Solo, Selasa (7/5/2019)  

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo melakukan sidak pasar di hari kedua Ramadan 2019 seiring dengan naiknya sejumlah harga komoditas pokok.

Pantauan Tribunsolo.com di Pasar Gede Solo, Selasa (7/5/2019), baik cabai rawit, maupun cabai jenis lainnya mengalami kenaikan harga sejak hari kedua puasa, Selasa (7/5/2018).

Samini, satu di antara pedagang cabai di Pasar Gede Surakarta mengatakan untuk cabai merah teropong naik dari harga awal Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram (kg) saat ini menjadi Rp 30 ribu per kg.

Sidak TPID di Pasar Tradisional Solo, Turunnya Harga Bawang Putih Masih Fluktuatif

"Cabai rawit hijau naik dari Rp 10 ribu per kg menjadi Rp 18 ribu per kg," ucapnya kepada Tribunsolo.com, Selasa (7/5/2018).

Selain itu cabai rawit merah naik dari Rp 22 ribu per kg menjadi Rp 28 ribu per kg, dan cabai merah keriting naik dari Rp 15 ribu per kg menjadi Rp 22 ribu per kg.

Pihaknya mengaku kenaikan harga cabai terpantau memang baru saja terjadi, sejak hari yang sama diberlakukannya sidak oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta, dan stakeholder terkait, Selasa (7/5/2019).

Pihaknya juga mengaku kenaikan harga cabai tersebut karena pasokan sedikit namun permintaan tinggi.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Subagiyo mengatakan komoditas cabai kaitannya dengan ketersediaan barang yang ada.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo Akan Pantau Harga Pangan di Pasar Gede

"Pasokan di Solo juga berhubungan daerah pemasok cabai," imbuhnya.

Satu di antaranya daerah Mojokerto, di sana memang panen terbatas namun permintaan tinggi.

Sementara itu sebagai salah satu langkah antisipasi kenaikan yang lebih tinggi, dikatakannya, sesuai dengan arahan dari Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo, operasi pasar akan dilakukan setiap empat hari sekali di masing-masing kecamatan di Kota Solo. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved