Pemilu 2019

Kasus Caleg Kampanye di Masjid: Pengacara NRK Keberatan dengan Tuntutan Jaksa Penuntut Umum

Pengacara Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Gerindra, NRK, keberatan dengan tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kasus Caleg Kampanye di Masjid: Pengacara NRK Keberatan dengan Tuntutan Jaksa Penuntut Umum
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
NRK saat mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Sukoharjo, Selasa (7/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pengacara Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Gerindra, NRK, keberatan dengan tuntut yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam sidang pembacaan tuntutan oleh JPU Nanang Priyanto dan Risza Kusuma, NRK dituntut 5 Bulan penjara dan denda sebesar Rp 10 juta subsider 2 bulan kurungan.

Pengacara NRK, Ratno Agustio Hoetomo, mengaku keberatan dengan tuntutan yang dibacakan JPU.

Caleg Gerindra Divonis Penjara 5 Bulan dan Denda Rp 10 Juta Terkait Kasus Kampanye di Tempat Ibadah

"Kami keberatan dengan tuntutan 5 bulan dan subsider 2 bulan, mengingat kampanye tersebut tidak ada unsur kesengajaan atau keinginan dari terdakwa," katanya usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo, Selasa (7/5/2019).

"Tindak pidana ini bukan keinginan dari terdakwa untuk melakukan kampanye ditempat ibadah, dari saksi juga sudah menjelaskan," katanya.

Selain itu, kondisi NRK yang baru saja melahirkan dan masih menyusui, menjadikan pertimbangan lain untuk meringankan tuntutan terdakwa.

Sehingga menurut Retno, tuntutan masih terlalu tinggi, dari lihak JPU sendiri harus mempertimbangkan aspek kemanusiaan dari terdakwa.

"Untuk agenda sidang berikutnya, saya ingin melayangkan nota pembelaan," katanya.

JPU, Nanang Priyanto menambahkan ada aspek pertimbangan yang memberatkan maupun yang meringankan tuntutan terdakwa.

Alasan Personel TNI-Polri Kawal Pengiriman Dokumen Hasil Penghitungan Suara dari Solo ke KPU Jateng

"Adapun hal-hal yang memberatkan terdakwa, yaitu perbuatan terdakwa menodai pesta demokrasi pemilu," katanya.

Sementara untuk pertimbangan yang meringankan adalah terdakwa mengikuti persidangan dengan tertib dan mengakui perbuatannya.

Dan terdakwa memiliki anak yang masih bayi.

Sidang akan dilanjutkan pada Rabu (8/5/2019) dengan agenda pledoi atau pembelaan terdakwa melalui kuasa hukumnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved