Sidak TPID di Pasar Tradisional Solo, Turunnya Harga Bawang Putih Masih Fluktuatif

Sebelumnya komoditas impor tersebut digadang-gadang menjadi penyebab utama inflasi Kota Solo periode April 2019.

Sidak TPID di Pasar Tradisional Solo, Turunnya Harga Bawang Putih Masih Fluktuatif
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Sidak Pasar periode Ramadan 2019 di Pasar Gede Solo, Selasa (7/5/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Hasil inspeksi mendadak (sidak) periode Ramadan 2019 oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, serta segenap stakeholder terkait, satu di antaranya menemukan turunnya harga komoditas bawang putih.

Sebelumnya komoditas impor tersebut digadang-gadang menjadi penyebab utama inflasi Kota Solo periode April 2019.

"Kondisinya memang turun harganya, yakni dari satu pekan yang lalu sempat menyentuh angka Rp 70 ribu per kilogram (kg) untuk jenis kating, saat ini dibanderol Rp 55 ribu per kg," ungkap Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Subagiyo, saat ditemui di Pasar Gede Solo, Selasa (7/5/2019).

Pihaknya menyebut untuk bawang putih jenis kating memang masih menjadi primadona, dibandingkan dengan jenis lainnya antara lain sinco.

Inflasi Kota Solo Naik pada April 2019, Bawang Putih Beri Andil Tertinggi

Padahal untuk bawang putih sinco di Pasar Gede Surakarta harganya di bawang kating, yakni Rp 30 ribu per kg.

Namun masyarakat masih lebih banyak membeli bawang putih yang berjenis kating, karena rasanya lebih enak bagi kebanyakan orang.

"Maka dari itu untuk komoditas bawang putih ini harga sangat fluktuatif, pun saat ini terjadi penurunan harga karena keran impor telah dibuka, namun dianggap masih fluktuatif," imbuhnya.

Karena dapat dikatakan, lanjutnya, permintaan pasar disesuaikan dengan pasokan yang ada.

Jelang Ramadan 2019, Harga Bawang Putih Meroket hingga Rp 60 Ribu per Kilogram

Sementara itu terkait impor bawang putih sebelumnya Pemkot Surakarta mengajukan permintaan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sebanyak 14 ton untuk periode Ramadan 2019.

Jumlah pasokan tersebut terbilang lebih tinggi hingga dua kali lipat dibandingkan bulan-bulan biasa.

"Harapannya sampai Lebaran harga komoditas bawang putih akan terkendali," imbuhnya.

Terkait hal itu, Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi (SPPURLA) Bank Indonesia (BI) Surakarta Bakti Artanta mengatakan untuk bawang putih stok baru harganya mulai turun menjadi di kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 55 ribu per kg.

200 Kg Bawang Murah Tersedia di Kios Mirunggan Pasar Nusukan dan Pasar Gede Solo

"Kalau yang harganya mahal biasanya masih stok lama," katanya.

Sementara itu sebagai salah satu langkah antisipasi kenaikan yang lebih tinggi, dikatakannya, sesuai dengan arahan dari Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, operasi pasar akan dilakukan setiap empat hari sekali di masing-masing kecamatan di Kota Solo. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved