Breaking News:

Pemilu 2019

Bawaslu Sukoharjo Puas dengan Hasil Persidangan NRK Meski Putusan Hakim Lebih Ringan dari JPU

Vonis yang dijatuhkan hakim kepada NRK lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Bawaslu Sukoharjo tetap puas dengan hasil persidangan.

Penulis: Agil Tri | Editor: Fachri Sakti Nugroho
TribunSolo.com/Agil Tri
NRK saat menjalani sidang di di Pengadilan Negeri Sukoharjo, Jumat (10/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Meski vonis yang dijatuhkan hakim kepada NRK lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo tetap puas dengan hasil persidangan.

Hal tersebut diungkapkan Komisioner Bawaslu Sukoharjo, Divisi Penyelesaian Sengketa, Rochmat Basuki, usai sidang pembacaan vonis, di Pengadilan Negeri Sukoharjo, Jumat (10/5/2019).

"Bagi kami dinyatakan bersalah sudah puas."

"Bagi kami hukuman masa percobaan lima bulan bukan masalah, yang terpenting dia terbukti bersalah bahwa terlapor ini melakukan kampanye ditempat ibadah," katanya.

Vonis Hakim terhadap Caleg Gerindra yang Kampanye di Tempat Ibadah Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

Dia menambahkan, pertimbangan putusan hakim ini dari aspek kemanusian, yang mana NRK memiliki anak bayi.

"Terlapor memiliki anak bayi yang usianya masih 30 hari, jika dalam kondisi kurungan itu, maka akan mempengaruhi perkembangan dari bayi itu, mungkin itu yang memperingan putusan dari hakim tersebut," imbuhnya.

Dia menambahkan, hal ini merupakan pembelajaran bagi peserta pemilu dan masyarakat, bahwa dalam pelaksanaan pemilu maupun dalam tahapan pemilu untuk lebih berhati-hati.

"Ini pembelajaran juga untuk yang lain, bahwa dalam pelaksanaan pemilu maupun dalam tahapan pemilu Bawaslu tidak main-main."

"Artinya bahwa kalaupun yang lain ada yang melanggar, maka akan kami proses sesuai dengan perundang-undangan," katanya.

Caleg Partai Gerindra yang Diprediksi Lolos ke Senayan: Fadli Zon hingga Rachel Maryam

NRK sendiri merupakan Caleg DPR RI dari Partai Gerindra yang pada awal Maret lalu melakukan kampanye di Masjid Baitus Syukur di Desa Gonilan, Kartasura.

Dia terbukti melanggar Pasal 521 JO pasal 280 ayat (1) huruf h UURI nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu.

NRK dijatuhkan vonis lima bulan masa percobaan dengan opsi dua bulan kurungan penjara jika melakukan tindak pidana lain selama masa percobaan.

Dan denda sebesar Rp 5 juta, dengan opsi kurungan satu bulan jika NRK tidak membayarkan denda. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved