Dishub Sukoharjo Minta Pemborong Kebut Proyek Perbaikan Jalan Solo – Yogyakarta di Desa Sraten Gatak

Dishub Sukoharjo minta proyek perbaikan Jalan Solo - Yogyakarta di Desa Sraten Kecamatan Gatak untuk bisa selesai pada 22 Mei 2019

Dishub Sukoharjo Minta Pemborong Kebut Proyek Perbaikan Jalan Solo – Yogyakarta di Desa Sraten Gatak
TribunSolo.com/Agil Tri
Proyek perbaikan Jalan Solo - Yogyakarta di Desa Sraten Kecamatan Gatak 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Mengantisipasi kemacetan saat mudik lebaran tahun 2019, Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo minta proyek perbaikan Jalan Solo - Yogyakarta di Desa Sraten Kecamatan Gatak untuk bisa selesai pada 22 Mei 2019 nanti.

Menurut Kasi Manajemen Rekayasan Lalu Lintas Dishub Sukoharjo, Eko Prih Hartanto, pemborong menjanjikan proyek selesai pada 25 Mei2019, namun waktunya terlalu mepet dengan mudik lebaran.

"Kita sudah minta ke kontraktor agar proyek perbaikan bisa selesai, 22 Mei 2019, karena nantinya jalan tersebut dijadikan jalan utama untuk arus mudik."

"Hal ini juga untuk mengantisipasi kemacetan di ruas tersebut saat volume kendaraan mulai naik," katanya saat ditemui TribunSolo.com di kantornya, Jumat (10/5/2019).

Audiensi dengan Bawaslu Solo, Peserta Aksi dari Gaprak Tolak Pengumuman Hasil Pemilu 2019

Dia menambahkan, proyek harus selesai pada 22 Mei 2019 nanti, karena setelah proyek selesai, masih akan dilanjutkan dengan pemasangan rambu traffic light.

"Kalau selesai tanggal 25 Mei sesuai target dari kontraktor, terlalu mepet waktunya."

"Kami masih butuh waktu lagi untuk persiapan pemasangan rambu traffict light dan membongkar pembatas jalan," katanya.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Sukoharjo, Ahmad Saryono menambahkan, perbaikan jalan ini akan berpengaruh saat arus mudik jika perbaikan itu belum selesai.

Untuk perbaikan tersebut, jalan dicor dengan beton setinggi beberapa centimeter dan pelebaran jalan, bahkan batas pinggir sudah habis dan mepet dengan bangunan.

"Jadi kita memaksimalkan tiang lengkungan traffic light di taruh di median jalan, karena kalau tarus di pinggir terlalu mepet dengan bangunan dan harus menggali dalam," terangnya.

Sang Putri Didiagnosa ASD, Anji Tak Kuasa Tahan Tangis : Kenapa Anak Saya?

Target H-5 lebaran nanti lalu lintas di kawasan persimpangan Sraten sudah bisa beroperasi normal lagi.

Karena saat perbaikan ini arus lalu lintas hanya satu lajur saja baik dari arah Solo maupun Yogyakarta.

"Target beroperasi normal lagi H-5 lebaran dan harapannya itu bisa terealisasi"

"Karena di prediksi jumlah pemudik yang masuk di daerah Soloraya akan meningkat," pungkasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved