Ramadan 2019

Konsumsi LPG Subsidi Soloraya Diprediksi Melonjak 5 Persen di Bulan Ramadan dan Lebaran 2019

Jumlah tersberut adalah sebanyak 263 metric ton atau setara 87.667 tabung LPG 3 kilogram (kg) perharinya.

Konsumsi LPG Subsidi Soloraya Diprediksi Melonjak 5 Persen di Bulan Ramadan dan Lebaran 2019
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
LPG Melon atau Subsidi 3 kilogram  

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Guna mengantisipasi lonjakan konsumsi Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi selama Ramadan dan Lebaran 2019, PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV siapkan penambahan stok sebanyak 8 persen.

Jumlah tersberut adalah sebanyak 263 metric ton atau setara 87.667 tabung LPG 3 kilogram (kg) perharinya.

Sales Eksekutif LPG Rayon V PT Pertamina, Adeka Sangtraga menjelaskan untuk pembagiannya di wilayah, Surakarta sebanyak 800.520 tabung.

"Kemudian Boyolali 962.680 tabung, Karanganyar 903.960 tabung, Klaten 1.059.920 tabung, Sragen 885.600 tabung, Sukoharjo 846.000 tabung, dan Wonogiri sebanyak 649.040 tabung," katanya kepada wartawan, Jumat (10/5/2019).

Pertamina Pastikan Stok LPG Aman selama Ramadan hingga Lebaran 2019

Pertamina MOR IV juga akan menyiagakan tim satgas Ramadan dan Idul Fitri 1440 H di Kantor Pusat Semarang.

Di mana tim satgas ini akan bertugas selama 24 jam dimulai pada H-15 hingga H+15 Hari Raya Idul Fitri demi memonitor dan memastikan ketersediaan energi (BBM dan LPG) diseluruh wilayah Jawa Tengah.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta, Subagyo menyampaikan untuk kebutuhan Ramadan kali ini pihaknya tetap mengikuti kuota yang sudah dialokasikan Pertamina di 2019 setiap bulan.

"Lonjakan kebutuhan LPG ini dibandingkan hari biasa sebesar 5 persen pada saat Ramadan dan Lebaran," imbuhnya.

PLN Surakarta Jamin Pasokan Listrik Aman saat Ramadan hingga Lebaran 2019

Pihaknya berkomitmen untuk menjaga kebutuhan LPG baik 3 kg maupun yang 5 dan 12 kg.

Sedangkan untuk mengantisipasi lonjakan, pihaknya menghimbau agar harga LPG 3 kg atau melon dipatok Rp 15.500 di tingkat pangkalan. 

"Kalaupun nantinya ada kelangkaan, itu bukan karena konsumsi di Solo tetapi pembelian dari luar kota," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved