Breaking News:

Pemilu 2019

Kabulkan Pelapor Terkait Penggelembungan Suara Caleg, Ini Putusan Bawaslu Solo untuk KPU Solo

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo mengabulkan permohonan pelapor, calon legislatif (caleg) PDI-P, Wawanto, Selasa (14/5/2019).

Penulis: Asep Abdullah Rowi | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Wawanto (pelapor) saat sidang terkait dugaan penggelembungan suara caleg dalam Pemilu 2019 di Bawaslu Solo, Jalan Panembahan 2, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Solo, Selasa (14/5/2019). 

Wawanto dalam kesempatannya menerangkan, salah satu modus penggelembungan yang menimpa dirinya yakni pada C1 caleg atas nama Muhammad Zain (caleg nomor 4 PDI-P) mendapat 1 suara kemudian suara PDI-P 61, maka saat dipindah di DAA1 suara Zain berubah menjadi 21 suara.

"Nah suara perolehan PDI-P jadi 41 suara, nah ini kan yang dirugikan saya karena harusnya suara saya yang menang di atas dia," akunya.

Sebelumnya, Bawaslu Solo menggelar sidang penyelesaian sengketa cepat terkait dugaan penggelembungan suara caleg dalam Pemilu 2019, Selasa (14/5/2019).

Audiensi dengan Bawaslu Solo, Peserta Aksi dari Gaprak Tolak Pengumuman Hasil Pemilu 2019

Adapun pimpinan majelis sidang diketahui oleh Komisioner Divisi Penindakan Pelanggaran, Poppy Kusuma dan didampingi anggota majelis, Arif Nuryanto, dan Agus Sulistyo.

Poppy menerangkan, karena sidang dengan penyelesaian sengketa cepat, maka sidang diputuskan maksimal dua hari setelah adanya laporan dari caleg daerah pemilihan (dapil) Surakarta 4 atas nama Wawanto dari PDI-P terkait dugaan penggelembungan suara.

"Bahwa pelapor (Wawanto) merasa ada kesalahan input yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo," kata dia.

"Di mana data C1 berbeda dengan DAA1," ungkapnya menegaskan.

Sejumlah Saksi Parpol Apresiasi Kinerja KPU Sukoharjo, Bawaslu Sukoharjo hingga TNI dan Polri

Lebih lanjut dia menjelaskan, Bawaslu pun akhirnya mengadakan pleno dan mengaji data pelapor untuk memastikan terkait laporan pertama kali pasca gelaran Pemilu 2019.

"Data yang kami miliki dengan pelapor sama, jadi KPU Solo harus menyesuaikan dengan yang ada di TPS, kan ada 39 TPS beda," ungkap dia.

Wawanto mengaku puas dengan putusan Bawaslu Solo karena apa yang dilaporkan memang sesuai kenyataan ada pergeseran suara partai kepada caleg tertentu setelah diinput oleh KPU Solo.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved