Pilpres 2019

Prabowo Tolak Hasil Pemilu 2019, TKN Jokowi-Ma'ruf Solo: Kalau Negarawan Harusnya Berjiwa Ksatria

Keputusan Prabowo Subianto untuk menolak hasil Pemilu 2019 dari KPU dinilai bukan sikap yang menunjukkan dirinya adalah pribadi ksatria.

Prabowo Tolak Hasil Pemilu 2019, TKN Jokowi-Ma'ruf Solo: Kalau Negarawan Harusnya Berjiwa Ksatria
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saat kampanye akbar di Stadion Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Solo, Rabu (10/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Keputusan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto untuk menolak hasil Pemilu 2019 dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai bukan sikap yang menunjukkan dirinya adalah pribadi ksatria.

Menurut Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) Solo, Her Suprabu, jika Prabowo adalah negarawan sejati, seharusnya berjiwa ksatria sehingga dalam kompetisi Pemilu 2019 tersebut, siap menerima hasil resmi dari KPU.

"Siap menerima hasilnya, siap menang dan siap kalah, bukan menolak hasil KPU," katanya kepada TribunSolo.com, Kamis (16/5/2019).

"Kalau kemudian Prabowo menolak hasil Pemilu 2019, jadi bukanlah sikap pribadi yang ksatria dong," jelas dia menegaskan.

Tolak People Power, Ketua PCNU Solo, Muhammad Mashuri Imbau Masyarakat Jangan Terprovokasi

Mantan Ketua Komite Nasional Pemud Indonesia (KNPI) Solo melanjutkan, dengan menolak hasil Pemilu 2019 sebelum secara resmi diumumkan KPU, menunjukkan bahwa kelompok capres 02 memang sudah merasa kalah dan ketakutan melawan secara konstitusional di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Apalagi selisih suara lebih dari 15 juta, sangat berat untuk membuktikannya," ungkapnya.

"Sejak awal narasi yang dibangun kecurangan yang bisa mengalahkan mereka, dan diminta adu data gak berani," ujar dia menegaskan.

Dia menilai, langkah yang dilakukan Prabowo dengan menolak hasil Pemilu 2019 akan menjadi preseden buruk dalam proses demokrasi yang selama ini berjalan dengan baik.

Meskipun lanjut dia, adanya penolakan itu tidak akan mempengaruhi Pemilu 2019 karena secara hukum tetap sah hasil yang diumumkan KPU 22 Mei 2019 mendatang. 

"Hanya secara politik akan menyebabkan ketidakstabilan di masyarakat, harusnya berjiwa negarawan," tutupnya. (*) 

Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved