Pembunuh Satu Keluarga Dieksekusi Mati, 'Amin' Jadi Kata Terakhir Sebelum Tewas

Michael Brandon Samra, seorang terpidana mati di Alabama, Amerika Serikat, akhirnya dieksekusi menggunakan suntik.

Pembunuh Satu Keluarga Dieksekusi Mati, 'Amin' Jadi Kata Terakhir Sebelum Tewas
meaaw
Michael Brandon Samra, dieksekusi mati atas tuduhan membunuh 4 orang, termasuk 2 anak kecil, pada 1997. 

TRIBUNSOLO.COM - Michael Brandon Samra, seorang terpidana mati di Alabama, Amerika Serikat, akhirnya dieksekusi menggunakan suntik.

'Amin', menjadi kata terakhir Samra sebelum meninggal dunia.

Michael Brandon Samra dinyatakan meninggal pada pukul 15.30 Kamis (16/5/2019) di Penjara Holman Alabama, Amerika Serikat, dengan eksekusi menggunakan suntik.

Dua WNI yang Dituduh Lakukan Sihir di Arab Saudi Lolos Hukuman Mati dan Dipulangkan ke Tanah Air

Dia dan temannya, Mark Duke, dinyatakan bersalah atas empat dakwaan pembunuhan yang menimpa ayah Duke, pacar ayah Duke, beserta dua putrinya yang masih SD.

Peristiwa ini terjadi pada 23 Maret 1997 silam.

Dilansir AP dan New York Post, Samra yang saat itu berumur 19 tahun membantu Duke membunuh empat orang itu secara keji.

Sebabnya, Duke marah ayahnya tak mengizinkan menggunakan mobil.

Meski Samra dan Duke sama-sama dijatuhi hukuman mati, vonis kepada Duke kemudian dianulir karena saat kejadian, dia baru berumur 16 tahun.

Mahkamah Agung AS kemudian memutuskan melarang terpidana mati dieksekusi jika dia berusia di bawah 18 tahun ketika mereka melakukan kejahatan.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Yesus atas segala perbuatan-Nya kepada saya," kata Samra yang saat ini berusia 41 tahun sebelum obatnya masuk.

Halaman
12
Editor: Aji Bramastra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved