Temukan Makanan Mengandung Boraks, Dinas Kesehatan Sukoharjo Siagakan Petugas Antisipasi KLB

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo tingkatkan kewaspadaan pasca menemukan makanan yang mengandung zat berbahaya seperti boraks, formalin, dll.

Temukan Makanan Mengandung Boraks, Dinas Kesehatan Sukoharjo Siagakan Petugas Antisipasi KLB
TribunSolo.com/Agil Tri
Plt Kepala DKK Sukoharjo, Yunia Wahdiyati saat ditemui TribunSolo.com di kantornya, Jumat (17/5/2019). 

Laporan Wartawan tribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo tingkatkan kewaspadaan pasca menemukan makanan yang mengandung zat berbahaya seperti boraks, formalin, dan bahawan pewarna tekstil.

Sebelumnya DKK Sukoharjo telah melakukan sidak di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Gatak, Kecamatan Nguter, dan Kecamatan Bendosari.

Plt Kepala DKK Sukoharjo, Yunia Wahdiyati mengatakan DKK telah memberikan sosialisasi kepada 12 Puskesmas yang ada di Kabupaten Sukoharjo sebagai langkah preventif dan antisipasif.

"Kita telah melakukan sosialisasi ke Puskesmas, untuk preventif dan antisipasi dini jika ada Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti keracunan," katanya saat ditemui TribunSolo.com di kantornya, Jumat (17/5/2019).

Sidak Pedagang Makanan di Tiga Kecamatan, DKK Sukoharjo Temukan Makanan dengan Kandungan Boraks

Selain itu, petugas kesehatan juga sudah siap jika sewaktu-waktu terjadi KLB di Sukoharjo, mengingat bulan ramadan ini konsumsi masyarakat meningkat.

"Saat lebaran ini banyak orang yang punya hajat, atau yang membuat acara, sehingga banyak makanan tersedia dan konsumsi masyarakat jadi meningkat."

"Sehingga dari segi higienisasi harus dijaga, jika tidak bisa terjadi KLB seperti keracunan masal."

"Teman-teman kami dilapangan sudah kami siapkan untuk mewaspadai jika terjadi KLB, dan kita sudah review kembali," jelasnya.

DKK sudah menyiapkan 4 bidang tim medis yang sudah siap berbagi peran jika terjadi KLB, sehingga bisa segera bertugas seusai tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Satlantas Polres Sukoharjo Bagikan Rompi kepada 51 Supeltas

Sebagai bentuk kesiapan, DKK juga menyediakan layanan call center yang siap 24 jam jika terjadi KLB.

"Kita juga siapkan teman-teman di dinas untuk menyediakan kontak person yang bisa dihubungi oleh masyarakat 24 jam jika terjadi KLB, untuk tingkat kecamtan bisa langsung hubungi Puskesmas terdekat," imbuhnya.

Dia menambahkkan, laboratorium kesehatan daerah milik Kabupaten Sukoharjo juga tetap buka saat cuti bersama lebaran.

"Seandainya terjadi KLB, jika dibutuhkan pemeriksaan sempel makanan atau yang lainnya, jika dicurigai itu menimbulkan keracunan, maka bisa kita periksa di laboratorium kesehatan daerah," pungkasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved