Pilpres 2019

Pengamat Beberkan Kunci untuk Meredakan Situasi Panas Politik Pasca Pemilu 2019

Panasnya situasi politik Tanah Air pasca-Pemilu 2019 diyakini akan mereda setelah pihak yang menang rela melakukan 'power sharing'.

Pengamat Beberkan Kunci untuk Meredakan Situasi Panas Politik Pasca Pemilu 2019
(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra)
Rohaniwan sekaligus Pengamat Sosial Romo Benny Susetyo dalam acara diskusi di bilangan Cikini, Jakarta, Inggu (29/5/2016) 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Panasnya situasi politik Tanah Air pasca-Pemilu 2019 diyakini akan mereda setelah pihak yang menang rela melakukan 'power sharing'.

Demikian diungkapkan tokoh Suluh Kebangsaan Romo Benny Susetyo seusai acara silaturahim dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).

"Indonesia itu tidak pernah terjadi yang namanya politik terlalu panas, karena ada power sharing. Itu yang menyelamatkan bangsa ini. Jadi nanti elite-elite politik itu punya kesadaran untuk power sharing, selesai semuanya," ujar Benny.

"Power sharing itu menjadi salah satu tradisi kita. Kalau kita belajar secara ilmiah, mengapa Indonesia tidak bisa sampai terjadi chaos gitu, karena ada power sharing. Itulah yang akhirnya menyelesaikan banyak masalah," lanjut dia.

Mahfud MD Ajak Rekonsiliasi: Tak Bisa yang Menang Ambil Seluruhnya yang Kalah Tersingkir Seluruhnya

Bentuk power sharing tersebut, lanjut Benny, tentu berupa pemberian posisi, baik di legislatif maupun di eksekutif.

Benny yakin, pihak yang menang nanti akan melanjutkan tradisi itu.

Sebab, pihak pemenang memang tidak akan mengambil seluruhnya dan yang kalah tidak akan mungkin tersingkirkan seluruhnya pula.

Pasti masing-masing pihak akan legawa dan melanjutkan kerja pembangunan.

Pihak pemenang diyakini cukup berbesar hati untuk merangkul yang kalah. Begitu pula sebaliknya, pihak yang kalah diyakini akan legawa dengan mengakui kekalahan dan turut berkontribusi bagi pembangunan.

Persoalan saat ini ada salah satu kontestan Pemilu yang tampaknya berkeras hati terhadap hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang, Benny tidak yakin sikap itu akan bertahan lama.

Breaking News: Tokoh Solo Sekaligus Petinggi Keraton Surakarta, KRMH Satryo Hadinagoro Tutup Usia

"Enggaklah, pasti enggak begitu. Pasti ada caranya. Ini ada waktunya. Nanti setelah ada itu (power sharing), selesai kok," ujar Benny.

"Itu kan biasalah. Dalam politik ada bumbu-bumbu seperti itu. Tapi yang penting bagaimana memperkuat nasionalisme sehingga kita bisa melalui ini. Ini badai kecil kok yang bisa diatasi," lanjut dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Power Sharing" Akan Redakan Panasnya Situasi Politik Pasca-Pemilu 2019"
Penulis : Fabian Januarius Kuwado

Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved