Breaking News:

Para Tokoh Hadiri Prosesi Pemberangkatan Jenazah KPH Satryo, Wali Kota : Warga Solo Kehilangan

Para tokoh hadir saat prosesi pemberangkatan jenazah Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Satryo Hadinagoro ke Makam Raja Imogiri di Bantul

Tribunsolo.com/Asep Abdullah Rowi
Abdi dalem menggotong jenazah KPH Satryo Hadinagoro di dalam peti saat akan di Dalem Sasono Mulyo Keraton Kasunanan Surakarta, Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Minggu (19/5/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Para tokoh hadir saat prosesi pemberangkatan jenazah Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Satryo Hadinagoro ke Makam Raja Imogiri di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (19/5/2019).

Dari pantauan TribunSolo.com, tokoh-tokoh itu di antaranya Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo sekaligus Ketua DPC PDI-P Solo, Ketua DPRD Solo, Teguh Prakoso, para petinggi Keraton Kasunanan Surakarta seperti KPH Eddy S Wirabhumi dan GPH Puger, Ketua Kadin Solo, Haryanto Gareng dan Sumartono Hadinoto.

Dalam sambutannya, Rudy sapaan akrab FX Hadi Rudyatmo menuturkan, jika warga Solo merasa kehilangan tokoh dari Keraton Kasunanan Surakarta yang selama ini dikenal sebagai sosok yang sangat peduli terhadap perkembangan budaya dan pariwisata.

"Kami semua (warga Solo) kehilangan," tuturnya saat prosesi pemberangkatan jenazah KPH Satryo Hadinagoro ke Makam Raja Imogiri di Bantul, DIY di Dalem Sasono Mulyo Keraton Kasunanan Surakarta, Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.

Situng KPU Data Hampir Tembus 90 Persen, Jokowi-Maruf Unggul 15 Juta Suara

Bagi Rudy, adik ipar Pakubuwono (PB) XIII itu merupakan sosok yang egaliter kepada siapapun tanpa memandang status seseorang, meskipun di Keraton Kasunanan Surakarta.

"Dengan sederet kegiatannya dulu, KPH Satryo sosok yang bisa bijaksana, sehingga bisa menjadi tauladan bagi penerusnya," tuturnya.

Sebelumnya, meninggalnya KPH Satryo Hadinagoro dikarenakan infeksi paru-paru pada Sabtu (18/5/2019) pukul 06.00 WIB.

Bahkan sempat dirawat di rumah sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, sejak 4 Mei 2019 lalu hingga pada 14 Mei 2019 pindah ke RSUD Dr Moewardi Solo untuk dipasang ventilator pada pernapasan.

Adapun KPH Satryo Hadinagoro meninggalkan seorang istri, GKR Galuh Kencono dan empat orang anak yakni KRMH Joyo Adilogo, KRMP Ginda Ferachtriawan, Giri Notolegowo dan BRAy Salindri Kusuma Dyah Ayuningrum.

Kadernya Lapor ke Bawaslu, Ini Penjelasan Lengkap DPC PDI Perjuangan Solo

Semasa hidupnya, KPH Satryo Hadinagoro yang lebih suka dipanggil KRMH itu menjadi sosok berpengaruh, tidak hanya di Keraton Kasunanan Surakarta tetapi juga berbagai bidang di Solo.

Pria kelahiran 19 April 1946 itu menjadi Pengageng Museum dan Pariwisata dan pemerhati budaya Jawa Keraton Kasunanan Surakarta.

Kemudian menjadi salah satu wakil PDI-P di Komisi IV DPRD Solo sekitar tahun 2007 dan menjadi Ketua di komisi tersebut, serta pernah menjadi Presiden Supporter Persis Solo atau biasa disebut Pasoepati selama dua periode. (*) 

Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved