Pemilu 2019

Mahasiswa Aksi di KPU Solo Tabur Bunga dan Bawa Bendera Kuning, Apa Maknanya?

Elemen mahasiswa dari Aliansi BEM Soloraya tabur bunga dan membawa bendera kuning saat aksi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo, Senin.

Mahasiswa Aksi di KPU Solo Tabur Bunga dan Bawa Bendera Kuning, Apa Maknanya?
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Aksi dari BEM Soloraya di depan kantor KPU Solo, Jalan Kahuripan Utara Nomor 23, Kecamatan Banjarsari, Solo, Senin (20/5/2019).  

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Elemen mahasiswa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Soloraya tabur bunga dan membawa bendera kuning saat aksi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo, Senin (20/5/2019).

Dari pantauan TribunSolo.com, peserta aksi yang berjumlah puluhan mahasiswa itu berorasi di Jalan Kahuripan Utara Nomor 23, Kecamatan Banjarsari sembari membawa bendera hingga poster 'Pemilu Serentak, Panitia Sekarat'.

Bahkan peserta aksi hanya berorasi di jalanan karena bagian depan kantor penyelenggara Pemilu 2019 itu, dibarikade kawat berduri.

Korlap Aksi, Agil Setyawan mengungkapkan, kedatangan ke KPU Solo sebagai bentuk keprihatinan atas meninggalnya ratusan petugas Pemilu 2019, baik itu Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Pengawas TPS (PTPS) hingga keamanan.

"Kami tabur bunga dan membawa bendera warna kuning sebagai simbol duka cita," aku dia.

"Kami berduka atas meninggalnya pahlawan demokrasi itu," tuturnya membeberkan.

Kader PAN Diimbau Tak Ikuti Aksi 22 Mei di KPU

Untuk itu dengan fenomena tersebut, Agil mengaku jangan dianggap sepele, apalagi data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan fakta yang mengejutkan.

Di antaranya setiap provinsi tercatat ada petugas pemilu yang sakit sebanyak 11.239 orang dan  yang meninggal dunia sudah 527 orang dari total jumlah petugas 7.385.500 orang.

"Kami minta pemerintah dan KPU mengevaluasi pemilu serentak, karena banyak yang berjatuhan demi pesta demokrasi," jelasnya.

Aliansi BEM Soloraya lanjut dia, mendesak pemerintah segera membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) independen demi mengusut tuntas kematian petugas pemilu.

Dia menambahkan, pihaknya juga mengimbau kedua kubu baik capres dan cawapres nomor urut 01 (Jokowi-Ma'ruf) dan 02 (Prabowo-Sandi) berhenti memanfaatkan isu meninggalnya petugas Pemilu 2019 untuk kepentingan politik.

"Keluarga dari petugas yang meninggal dunia harus diperhatikan, ya pemerintah memberikan santunan oleh pemerintah," tuturnya. (*) 

Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved