Dilaporkan ke MKEK Terkait Kasus Meme PDI-P, Kepala DKK Wonogiri: Silahkan, Bisa Membuktikan Tidak?

Adhi Dharma dianggap telah melanggar kode etik kedokteran karena dianggap tidak melindungi teman sejawat

Dilaporkan ke MKEK Terkait Kasus Meme PDI-P, Kepala DKK Wonogiri: Silahkan, Bisa Membuktikan Tidak?
Daily Mail
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Tim Pengacara dokter yang menjadi terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) melaporkan balik ketua Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri, Adhi Dharma.

Pasalnya, Adhi Dharma dianggap telah melanggar kode etik kedokteran karena dianggap tidak melindungi teman sejawat.

Menanggapi hal tersebut, Adhi Dharma mengaku belum mengetahui jika dirinya telah dilaporkan ke Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) atas dugaan pelanggaran kode etik.

"Saya belum mengetahui pelaporan itu (Ke MKEK)."

"Tapi jika saya dilaporkan ya silahkan, tapi bisa membuktikan atau tidak," katanya saat ditemui TribunSolo.com di Kantornya, Rabu (22/5/2019).

Perlindungan Konsumen Sambut Lebaran, Pemkot Solo Pelototi Sejumlah Toko Modern

Dia menjelaskan, sumpah dokter dalam kaitannya dengan kode etik, kaitannya dengan profesi dokter, seperti hubungan antara dokter dengan pasien atau sesama dokter.

"Kalau pelanggaran kode etik itu belum tentu ada pelanggaran pidana, tapi kalau pelanggaran pidana pasti ada pelanggaran kode etik."

"Dalam kaitannya kasus ini, saya kan tidak menginformasikan ke Pak Setyo," jelasnya.

Jelang Arus Mudik dan Balik, Dinas Kesehatan Solo Cek Kesehatan Sopir Bus di Terminal Tirtonadi

Dia beranggapan, meme tersebut diketahui Sekertaris DPC PDI-P, Setyo Sukarno secara tidak sengaja saat dirinya sedang duduk bersebelahan dengan Setyo beberapa waktu lalu.

Dia tidak mengira, dari kejadian itu akan berbuntut panjang dengan pelaporan Ketua IDI Wonogiri, dr. Martanto selaku orang yang memposting meme ujaran kebencian berlogo PDI-P di grup WhatsApp Keluarga IDI Wonogiri.

"Saya kan tidak melanggar profesi, biar mereka yang membuktikan."

"Jika membela, ya kita bela sewajarnya," imbuhnya.

Dia menambahkan, siap dipanggil MKEK jika dirinya dibutuhkan untuk dimintai keterangan terkait pelaporan tersebut. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved