GMNI Kota Solo Bedah Buku 'GMNI: Gerakan Mahasiswa dan Kerusuhan 98 di Solo'

Terpilihnya Soeharto untuk ketujuh kalinya sebagai Presiden RI pada Maret 1998 sempat membuat situasi di Indonesia bergejolak.

GMNI Kota Solo Bedah Buku 'GMNI: Gerakan Mahasiswa dan Kerusuhan 98 di Solo'
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Pembicara saat membedah buku GMNI : Gerakan Mahasiswa dan Kerusuhan 98 di Solo di DPC GMNI Kota Solo, Mojosongo, Solo, Selasa (21/5/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Terpilihnya Soeharto untuk ketujuh kalinya sebagai Presiden RI pada Maret 1998 sempat membuat situasi di Indonesia bergejolak.

Sehingga banyak terjadi penolakan secara terang-terangan di berbagai wilayah di Indonesia tak terkecuali di Solo.

Memperingati pergerakan mahasiswa dan kerusuhan aksi 98 di Solo, DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Solo menggelar bedah buku berjudul GMNI: Gerakan Mahasiswa dan Kerusuhan 98 di Solo.

Kegiatan ini diadakan di Cabang DPC GMNI Kota Surakarta, Mojosongo, Selasa (21/5/2019) sore.

“Buku itu menceritakan bagaimana ternyata kerusuhan di Jakarta itu juga terjadi di Solo, Ketua DPC GMNI, Ruwanda Saputra 

Ini 4 Pengacara Prabowo-Sandi untuk Kawal Sengketa Pilpres: Mantan Wakil Menteri hingga Pimpinan KPK

“Pada tanggal 13 Maret 2019, mahasiswa di Solo melakukan aksi juga, di UNS tergabung dalam Serikat Mahasiswa yang peduli rakyat dan peduli Indonesia,” imbuhnya.

Acara bedah buku ini menghadirkan beberapa penulis buku hingga aktivis pada tahun 1998.

Antara lain pemantik diskusi bedah buku, Daryono, aktivis 98 dari GMNI Sutarto dan Susanto Budi R.

Sedangkan aktivis dari luar GMNI, Winarso dan Kelik Ismunanto.

Polisi Sebut Sosok Inisial ABB, Tersangka Perusuh 22 Mei yang Terkait ISIS

Selain itu hadir pula anggota GMII sendiri, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Dalam kegiatan ini, GMNI juga memberikan pesan kepada mahasiswa untuk mampu lebih peka terhadap permasalahan yang ada di masyarakat.

“Karena mahasiswa sekarang kadang memikirkan tugas, kuliah hingga kegiatan kampus tapi akhirnya tidak peduli terhadap masalah masyarakat,” katanya. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved