Melihat Isi Masjid Darussalam yang Pernah Jadi Markas Pangeran Diponegoro di Sukoharjo

Masjid Darussalam, masjid bersejarah di Sukoharjo berupa masjid yang masih berdiri kokoh di Desa Gedunggudel, Tawangsari, Sukoharjo.

Melihat Isi Masjid Darussalam yang Pernah Jadi Markas Pangeran Diponegoro di Sukoharjo
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Masjid Darussalam ini merupakan saksi bisu dari sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro saat melawan penjajah Belanda di Desa Gedunggudel, Tawangsari, Sukoharjo, Kamis (23/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Inilah sebuah bangunan bersejarah di Sukoharjo berupa masjid yang masih berdiri kokoh di Desa Gedunggudel, Tawangsari, Sukoharjo.

Masjid Darussalam ini merupakan saksi bisu dari sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro saat melawan penjajah Belanda.

Menurut Sehono, tokoh masyarakat setempat, tiang masjid berjumlah 20 tiang yang masih berdiri kokoh hingga sekarang.

"Ada 20 tiang penyangga masjid, 12 di bagian dalam masjid, dan delapan tiang penyangga berada di luar masjid," katanya kepada TribunSolo.com, Kamis (23/5/2019).

Kondisi yang sama juga terlihat pada mimbar yang digunakan untuk khotbah yang terbuat dari Kayu Kalimantan.

"Pada mimbar masih asli terbuat dari Kayu Kalimantan, hanya ada tambahan pintu bagian depannya," jelasnya.

Bagian mimbar Masjid Darussalam, sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro saat melawan penjajah Belanda di Desa Gedunggudel, Tawangsari, Sukoharjo, Kamis (23/5/2019).
Bagian mimbar Masjid Darussalam, sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro saat melawan penjajah Belanda di Desa Gedunggudel, Tawangsari, Sukoharjo, Kamis (23/5/2019). (TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI)

Ukiran bunga wijaya kusuma yang menghiasi mimbar semakin menguatkan jika mimbar ini dibuat pada zaman Majapahit, atau abad ke-14.

Seperti kebanyakan masjid tua yang ada di Pulau Jawa, pada bagian belakang Masjid Darussalam juga terdapat area pemakaman.

Ada satu makam di Masjid Darussalam ini yang dianggap keramat oleh masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Agil Tri
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved