Ramadan 2019
Pernah Dihancurkan dan Dibakar Belanda, Masjid Bersejarah di Sukoharjo Ini Masih Berdiri Kokoh
Masjid Darussalam di Desa Gedunggudel, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo menjadi saksi bisu perjuangan Pangeran Diponegoro.
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Fachri Sakti Nugroho
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Masjid Darussalam di Desa Gedunggudel, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo menjadi saksi bisu perjuangan Pangeran Diponegoro.
Menurut tokoh masyarakat setempat, Sehono, masjid yang dibangun sejak abad ke-14 ini pernah dijadikan markas oleh Pangeran Diponegoro saat melawan Belanda.
"Pada masa penjajahan Belanda saat Perang Diponegoro, masjid ini dijadikan markas sekaligus tempat persembunyian Pangeran Diponegoro."
"Selain itu, Pangeran Diponegoro konon juga menyusun strategi melawan Belanda di sini," katanya saat berbincang dengan TribunSolo.com, Kamis (23/5/2019).
• Melihat Isi Masjid Darussalam yang Pernah Jadi Markas Pangeran Diponegoro di Sukoharjo
Pada tahun 1825-1830, Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Paku Buwono (PB) VI, juga pernah bertapa di Kedunggudel.
Saat itu pula, ada pertemuan antara PB IV dengan Pangeran Diponegoro di Kedunggudel.
Mengetahui hal tersebut, Belanda lantas menghancurkan masjid Darussalam ini.
Namun oleh Pangeran Diponegoro dan pengikutnya, masjid ini kemudian dibangun kembali.
Belanda yang mengetahui hal tersebut, kembali mencoba menghancurkan masjid tersebut, namun gagal.
"Pernah Belanda menghancurkan masjid ini dengan menembakan meriam, tapi gagal," jelasnya.
Tembakan meriam itu hanya merusak beberapa kayu penyangga masjid, yang hingga kini bekas kerusakan berupa retakan masih bisa dilihat.
Dia menambahkan, tidak ada bukti literatur tertulis mengenai kisah Pangeran Diponegoro dan Paku Buwono VI tersebut.
Namun, berdasarkan tradisi sejarah lisan dan jejak peninggalan menyebut Kedunggudel sudah ada sejak masa sebelum kemerdekaan
• Alasan Ustaz Arifin Ilham Dimakamkan di Masjid atau Pondok Pesantren Az Zikra Menurut Santrinya
Saat ini, Masjid bersejarah itu masih berdiri kokoh, dan masih aktif digunakan untuk kegiatan ibadah umat Islam.
Di bulan Ramadan ini, Masjid Darussalam semakin ramai dikunjungi jemaah masjid.
"Tidak hanya dari warga sekitar saja, banyak jemaah Masjid yang datang dari luar Sukoharjo," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/masjid-darussalam-di-desa-gedunggudel-tawangsari-sukoharjo.jpg)