Waspadai Gejala Stroke Bagi Para Sopir Bus, Dinas Kesehatan Solo Beri Imbauan

Penyakit yang kerap diderita para sopir bus yakni hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hal itu dikarenakan beberapa faktor, ketegangan dan kelelahan.

TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Pemeriksaan bus oleh petugas di Terminal Tirtonadi, Solo, Senin (13/5/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Penyakit yang kerap diderita para sopir bus yakni hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Hal itu dikarenakan beberapa faktor antara lain ketegangan dan kelelahan.

Jika seringkali terjadi, hipertensi dapat berakibat fatal dan menjadi penyakit stroke.

“Kalau stroke kan memang bahaya, faktor-faktor seperti itu kan sebabnya mereka tidak pernah merasakan,” kata Koordinator Pemeriksaan Kesehatan sekaligus Kasi Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Kota Solo, Sunaryo, Rabu (22/5/2019) siang.

Biasanya karena tidak memahami hal tersebut, sopir merasa biasa saja ketika memeriksakan tekanan darahnya.

“Saat tensi mereka 150, mereka anggap biasa karena sudah biasa, tapi akumulasi jangka panjangnya yang jadi masalah nanti kalau kelelahan sedikit bisa stroke,” katanya.

Lebaran 2019, Dishub Solo Prediksi Jalan Kota Akan Dipadati hingga 7 Juta Kendaraan per Hari

Sehingga dirinya meminta para sopir untuk bergantian menyetir saat perjalanan jauh.

Maksimal sopir hanya diperbolehkan mengemudi setelah 2-3 jam.

“Jadi bagi pengemudi jarak jauh itu meraka bisa istirahat biar kondisi tetap segar, penting juga untuk pengemudi cadangan,” katanya.

“Jadi seharusnya saat mudik lebaran harus ada pengemudi cadangan untuk menggantikan,” katanya.

Kegiatan pemeriksaan ini akan dilakukan hingga Kamis (22/5/2019).

Pemeriksaan tersebut meliputi tekanan darah, gula darah, buta warna, kesehatan umum, kandungan alkohol, dan narkoba. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved