Jumlah Kasus Kekerasan Terhadap Wanita di Soloraya Meningkat 66 Persen

Di skala daerah pun, seperti Soloraya, kekerasan terhadap wanita masih kerap terjadi, bahkan angkanya mengalami peningkatan

Jumlah Kasus Kekerasan Terhadap Wanita di Soloraya Meningkat 66 Persen
Sodahead
Ilustrasi pemukulan 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kasus kekerasan terhadap wanita memang sudah menjadi bagian dari realitas kehidupan di Indonesia.

Di skala daerah pun, seperti Soloraya, kekerasan terhadap wanita masih kerap terjadi, bahkan angkanya mengalami peningkatan.

Yayasan Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (SPEK-HAM) membukukan peningkatan tersebut.

"Selama satu tahun yakni 2017 ke 2018 terdapat peningkatan kasus kekerasan terhadap wanita sekitar 66 persen," kata Fitri, Manajer Divisi PPKBM Yayasan (SPEK-HAM), kepada Tribunsolo.com, Sabtu (25/5/2019). 

Berdasar data pengaduan, tahun 2017 ada 38 kasus, lantas di tahun 2018 ada peningkatan menjadi 58 kasus.

Penuturan Warga, Pelaku Berlonjak Kegirangan Setelah Api Menyala di Pos Polisi Pakis Klaten

Berdasar jenis kekerasan memang masih banyak didominasi kekerasan terhadap istri dengan jumlah 54 kasus.

Selebihnya adalah kekerasan terhadap anak perempuan dua kasus, kekerasan dalam pacaran ada dua kasus.

Bila dilihat berdasar bentuk kekerasan kekerasan fisik mencapai 20 kasus, kekerasan psikologis 30 kasus, penelantaran 20 kasus, dan kekerasan seksual dua kasus. 

"Pemicu untuk kekerasan perempuan dalam rumah tangga yakni suami melakukan nikah siri yang tidak diketahui istri dan suami melakukan perselingkuhan," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved