Malam Selikuran Keraton Solo, Bentuk Syukur dan Wujud Perhatian Raja pada Rakyatnya

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Hajad Dalem Malam Selikuran sebagai peringatan Malam Lailatul Qodar, Sabtu (25/5/2019) malam.

Malam Selikuran Keraton Solo, Bentuk Syukur dan Wujud Perhatian Raja pada Rakyatnya
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Kirab lampion di Hajad Dalem Malam Selikuran menuju Masjid Agung Solo, Sabtu (25/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Hajad Dalem Malam Selikuran sebagai peringatan Malam Lailatul Qodar, Sabtu (25/5/2019) malam.

Hajad Dalem Malam Selikuran ini sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT selain itu juga

Selain itu sebanyak 1.000 tumpeng yang dibagikan merupakan simbol sebagai malam seribu bintang saat malam Lailatul Qodar.

Selain itu, ada juga lampion-lampion yang diarak menuju Masjid Agung Surakarta.

"Tumpeng Sewu juga melambangkan konsep berbagi rezeki oleh raja pada masyarakat," kata Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Dipokusumo, Sabtu (25/5/2019) malam.

"Pembagian nasi tumpeng yang telah didoakan itu wujud perhatian seorang raja akan rakyatnya," katanya.

Selain itu banyak juga filosofi yang terkandung dalam setiap isian nasi berkat yang dibagikan tersebut.

Keraton Solo Bagikan 1.000 Tumpeng saat Hajad Dalem Malam Selikuran

"Semuanya melambangkan rasa syukur atas kebaikan yang diberikan Allah SWT," katanya.

Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Dipokusumo mengatakan, bahwa tradisi ini sudah ada sejak zaman Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama Islam di Jawa.

Halaman
12
Penulis: Eka Fitriani
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved