Breaking News:

OJK: Fintech Lending Dorong Sektor UMKM Kembangkan Usaha

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perkembangan financial technologi (fintech) untuk dapat dimanfaatkan secara optimal.

Penulis: Garudea Prabawati | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
ISTIMEWA
Logo OJK 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perkembangan financial technologi (fintech) untuk dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan perekonomian nasional.

Perkembangan fintech baik lending maupun peer to peer lending memang beriringan dengan perkembangan teknologi digital yang sudah menyasar ke masyarakat.

"Memang OJK mengarahkannya agar bermanfaat untuk perekonomian masyarakat dan kepentingan masyarakat luas namun mengutamakan perlindungan terhadap masyarakat," katanya kepada awak media, Jumat (24/5/2019).

Perlindungan ini yakni satu di antaranya transparan terhadap masyarakat.

Karena memang fintech lending menerapkan bunga yang cukup tinggi kisaran 24 persen per tahun pada Maret 2019.

Tak hanya itu masyarakat pun perlu jeli, apabila ingin melakukan memanfaatkan pinjaman melalui platform fintech ini perlu paham mana fintech yang legal dan mana yang ilegal.

Proyek Pembangunan Kantor OJK Solo Ditarget Empat Tahun Rampung

"Bahkan upaya OJK melindungi masyarakat dari fintech ilegal, kami telah menutup 947 fintech ilegal, dan memasyarakatkan sebanyak 113 fintech legal atau resmi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," tutupnya.

Sementara terkait pemanfaatannya, lanjut Munawar, fintech lending ini setidaknya dapat membantu sektor usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk berkembang.

"Sektor UMKM masih membutuhkan pembiayaan, karena sampai saat ini, total kebutuhan pembiayaan bagi sektor UMKM di Indonesia mencapai sekitar Rp1.649 triliun, namun kapasitas pembiayaan oleh jasa keuangan baru mencapai Rp 660 triliun, sehingga fintech dapat mengambil ceruk tersebut," imbuhnya.

Sehingga inklusi keuangan disini semakin berkembang.

Sejalan dengan hal tersebut, PT Berdayakan Usaha Indonesia (Batumbu), perusahaan fintech peer to peer lending, menawarkan model bisnis baru melalui pembiayaan sektor usaha kecil menengah (UKM).

Co-founder dan CEO Batumbu, Sonny Ch Joseph mengatakan atau dengan kata lain menjembatani para pemilik dana dengan para pelaku UKM yang membutuhkan pembiayaan modal kerja.

"Konsep pembiayaan ini diharapkan dapat memajukan sektor UKM di Indonesia, karena sektor tersebut memiliki sumbangsih nyata dalam memajukan perekonomian negara," tutupnya. (*) 

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved