Wanita Korban Kekerasan di Soloraya Tidak Tahu Kepada Siapa Harus Mengadu

Yayasan Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan HAM (SPEK-HAM) menyebut banyak wanita korban kekerasan yang tidak tahu ke mana harus mengadu.

Wanita Korban Kekerasan di Soloraya Tidak Tahu Kepada Siapa Harus Mengadu
Sodahead
Ilustrasi pemukulan. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Yayasan Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (SPEK-HAM) menyebut masih banyak wanita korban kekerasan yang tidak tahu ke mana harus mengadu atas kekerasan yang menimpanya.

Fitri, Manajer Divisi PPKBM SPEK-HAM mengaku dari 58 kasus di 2018, hanya 3 orang yang berani yang mengerti di mana harus mengadukan. 

Hal tersebut dinilai miris, sebab baik pemerintah maupun yayasan sosial pemberdayaan wanita maupun HAM telah tersedia membantu wanita korban kekerasan.

"Sangat miris memang karena sebagian tidak memahami," katanya kepada Tribunsolo.com, Sabtu (25/5/2019).

Temuan YLBHI soal Aksi 22 Mei: Kekerasan kepada Jurnalis hingga Sulitnya Menemui Keluarga Korban

Dari fakta tersebut, menunjukkan bahwa belum banyak yang tahu tentang adanya kehadiran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Terhadap Anak-anak (P2PT2A) milik pemerintah.

Sebagai informasi, selama satu tahun yakni 2017 ke 2018 terdapat peningkatan kasus kekerasan terhadap wanita sekitar 66 persen. 

Berdasar data pengaduan, tahun 2017 ada 38 kasus.

Disney Sewakan 1 Studio Khusus untuk Sandra Dewi Nonton Film Aladdin, Netter Sebut The Real Princess

Lantas di tahun 2018 ada peningkatan menjadi 58 kasus.

Sementara data nasional tahun 2018 terdapat 406.000 kasus kekerasan terhadap perempuan. 2500 di antaranya terjadi di Jawa Tengah.(*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved