Breaking News:

Fadli Zon Sebut Diumbarnya Pasal Makar Jadi Pertanda Kemunduran Demokrasi

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mengatakan, bahwa diumbarnya pasal makar sekarang ini menandakan kemunduran demokrasi.

KOMPAS.com/JESSI CARINA
Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/4/2019). 

TRIBUNSOLO.COM - Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mengatakan, bahwa diumbarnya pasal makar sekarang ini menandakan kemunduran demokrasi.

Karena menurut Fadli yang namanya makar pasti menggunakan kekerasan.

Dikutip TribunSolo.com dari Tribunnews.com, pernyataan Fadli tersebut merespon penetapan tersangka Kivlan Zen karena dugaan kasus makar.

Sebelum Kivlan, Eggi Sudjana, Permadi dan Lieus Sungkarisma juga terjerat kasus serupa.

"Menurut saya upaya-upaya untuk memudahkan orang mencap makar ini bagian dari kemunduran demokrasi."

"Makar itu kan jelas penggunaan kekerasan, berusaha menjatuhkan pemerintahan yang sah dengan kekerasan, dengan mungkin bersenjata kalau cuma ada di mulut, mana bisa dikatakan makar," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (28/5/2019).

Jadi Saksi Kasus Dugaan Makar, Ustaz Sambo Dicecar soal Pidato People Power Eggi Sudjana

Bila pasal makar tersebut terus diumbar, Fadli menilai Indonesia bukan lagi menjadi negara demokrasi, melainkan negara otoritarian, karena orang ditangkap hanya karena omongan.

"Di negara demokrasi orang bebas kok mau ngomong. Kenapa hal ini tidak dilakukan ke gerakan separatis di papua, mereka bersenjata tapi pemerintah tidak melakukan apa-apa jadi hukum betul-betul sudah menjadi alat kepentingan kekuasaan," pungkasnya.

Sebelumnya Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjend TNI (Purn) Kivlan Zen resmi menyandang status tersangka kasus hoaks dan makar. 

Hal ini dikonfirmasi oleh Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. 

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved