Penjelasan Satlantas Polresta Solo soal Penetapan Tersangka Petugas Pintu Perlintasan Purwosari

Petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengaku lalai dan lupa, sehingga terjadilah kecelakaan lalu lintas antara kereta api Jayakarta.

Penjelasan Satlantas Polresta Solo soal Penetapan Tersangka Petugas Pintu Perlintasan Purwosari
TribunSolo.com/Asep Abdullah Rowi
Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Busroni di Mapolresta Solo, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Banjarsari, Solo, Selasa (28/5/2019).  

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengaku lalai dan lupa, sehingga terjadilah kecelakaan lalu lintas antara kereta api Jayakarta Premium (Solo-Jakarta) dengan mobil dan empat motor di perlintasan rel Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo.

Menurut Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Busroni, penetapan tersangka kepada petugas berinisial AS yang saat kejadian kecelakaan pada Senin (20/5/2019) pukul 19.30 WIB tengah bertugas, adalah akhir dari penyelidikan dan penyidikan selama beberapa hari ini.

"Petugas palang pintu tersebut punya itikad baik dan mengakui kesalahannya jika lalai serta lupa," kata dia kepada TribunSolo.com di Mapolresta Solo, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Banjarsari, Solo, Selasa (28/5/2019).

"Bahkan saat memberikan keterangan, sehari berikutnya setelah kecelakaan, dia datang sendiri bersama Biro Hukum PT KAI, tidak perlu diundang oleh penyidik," tuturnya menegaskan.

8 Fakta Tersangka Kerusuhan 22 Mei: Desertir TNI hingga Dibayar 5 Juta untuk Bunuh Pejabat

Busroni mengapresiasi itikad baik petugas palang pintu yang menyebabkan lima orang terluka karena tertabrak kereta api saat menaiki mobil dan empat sepeda motor.

"PT KAI juga kooperatif, mereka dengan keluarga bertemu, yang sakit diobatkan dan material atau mobil dan motor rusak diganti," ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, lalu lintas kereta api di double track tersebut pada waktu kecelakaan cukup padat, sehingga penjaga palang pintu harus berkonsentrasi penuh.

"Double track-nya kan berfungsi, harusnya tidak diangkat apalagi sistem di palang pintu sudah canggih, hanya human error," jelas dia.

"Apalagi penjaga palang pintu memiliki sertifikasi dari PT KAI, secanggih apapun sistemnya, namanya manusia punya kelalaian," katanya menegaskan.

Namun saat disingung hukuman yang bakal menjerat AS, Busroni masih menunggu perkembangan pengobatan dan ganti rugi dari PT KAI kepada para korban.

"Nanti ada UU Lalu Lintas-nya, juga UU Perkeretaapian, tapi akan dilihat dulu," tuturnya.

1.600 Liter Ciu Oplosan Dimusnahlan Polres Sukoharjo

Sebelumnya, petugas yang mengoperasikan palang pintu berinisial AS di perlintasan rel Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo ditetapkan tersangka, Selasa (28/5 /2019). 

Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Busroni mengungkapkan, status petugas berinisial AS yang saat kejadian kecelakaan lalu lintas antara kereta api Jayakarta Premium dengan mobil dan empat pengendara itu bertugas, dinaikkan.

"Tadinya saksi, saat ini ditetapkan tersangka," ungkapnya kepada TribunSolo.com di Mapolresta Solo, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Banjarsari, Solo. (*)

Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved