Breaking News:

Kasus Suap Kementerian Agama, Inilah Tarif untuk 'Amankan' Posisi Kepala Kanwil

Kasus Suap Kementerian Agama, Inilah Harga untuk 'Amankan' Posisi Kepala Kanwil

Editor: Aji Bramastra
DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com
Dalam dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, disebut menerima uang suap Rp 70 juta untuk memberi posisi Kepala Kanwil Kemenag Jatim. 

TRIBUNSOLO.COM - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menerima Rp 70 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanudin.

Uang itu diduga terkait intervensi Lukman dalam pengangkatan Haris sebagai kepala kanwil.

Dakwaan terhadap Haris itu dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (29/5/2019).

KPK: Menag Kembalikan Uang Rp 10 Juta dari Mantan Kakanwil Kemenag Jatim Sepekan Usai OTT Romy

Menurut jaksa, perbuatan Lukman menerima suap itu dilakukan bersama-sama dengan M Romahurmuizy yang merupakan anggota DPR sekaligus Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Romy disebut memerintahkan Lukman Hakim yang merupakan kader PPP, agar tetap mengangkat Haris Hasanudin sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jatim.

Padahal, secara persyaratan, Haris dinilai tidak layak lolos seleksi karena masih menjalani hukuman disiplin pegawai negeri.

Menurut jaksa, pada 1 Maret 2019, di Hotel Mercure Surabaya, Haris melakukan pertemuan dengan Lukman Hakim.

Dalam pertemuan tersebut, Lukman menyampaikan bahwa ia akan tetap mengangkat Terdakwa sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jatim.

Kemudian, Haris memberikan uang kepada Lukman sejumlah Rp 50 juta.

Selanjutnya, pada 4 Maret 2019, Haris diangkat sebagai Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor : B.II/04118 dan dilantik pada 5 Maret 2019.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved