Polres Sukoharjo Amankan Pelaku Pembobol Laptop di Dinas Pendidikan Sukoharjo

Satreskrim Polres Sukoharjo mengamankan satu dari lima pelaku pembobol laptop di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sukoharjo

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Agil Tri
Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, saat jumpa pers di halaman Mapolres Sukoharjo, Rabu (29/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Satreskrim Polres Sukoharjo mengamankan satu dari lima pelaku pembobol laptop di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sukoharjo.

Sebelumnya pada Rabu (1/5/2019) lalu, gedung Dispendikbud Kabupaten Sukoharjo dibobol maling.

Sejumlah laptop yang berisikan data-data Disdikbud dan kamera digital dibawa kabur para pencuri.

Menurut Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, kelima pelaku berhasil diamankan berkat pengembangan kasus yang dilakukan Polres Mojokerto Jawa Timur.

"Kami mengamankan satu pelaku pencurian di Dispendikbud Sukoharjo beberapa waktu lalu."

"Penangkapan ini berkat pengembangan penyelidikan Polres Mojokerto yang sebelumnya telah menangkap lima pelaku lainnya," kata Iwan saat ditemui di Mapolsel Sukoharjo, Rabu (29/5/2019).

Mengaku Cari THR, Perempuan Ini Ngutil di Toko Baju di Pasuruan, Pernah 3 Kali Mencuri di Sidoarjo

Menurut Iwan, sindikat ini merupakan sindikat lintas provinsi dengan memilih lokasi sasaran pencurian yang berbeda-beda.

Setelah sindikat ini melakukan aksi pencurian di Mojokerto, mereka ditangkap oleh Polres Mojokerto.

"Kelima pelaku mengakui telah melakukan pencirian di Dispendikbud Sukoharjo."

"Namun dari kelima pelaku tersebut, hanya satu orang yang tidak terlibat kejahatan di Mojokerto."

"Sehingga satu berinisial ANI alias R (29), diamankan di Polres Sukoharjo, dan empat pelaku lainnya ditahan di Polres Mojokerto," terangnya.

Uang Jajan Per Bulan Rp 10 Juta, Begini Janji Devano Danendra kepada Iis Dahlia yang Ulang Tahun

Iwan menambahkan, dari kelima pelaku yang ditangkap, tidak ada satupun yang berstatus sebagai warga Sukoharjo.

"Pelaku yang kita amankan bukan warga Sukoharjo, melainkan warga Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selata," imbuhnya.

Sementara empat pelaku lainnya berinisial P (30) berasal dari Ngawi, EF alias R (24) dari Jakarta, AM (31) dari Maluku Tengah, dan IRB (28) dari Denpasar.

Para pelaku terancam pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved