Rektor UNS Solo Lantik 178 Kaprodi Baru Masa Jabatan 2019-2023

Prof Dr Jamal Wiwoho melantik 178 Kepala Program Studi (Kaprodi) untuk masa jabatan 2019-2023

Penulis: Eka Fitriani | Editor: Putradi Pamungkas
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof Dr Jamal Wiwoho saat melantik salah satu Kaprodi, Rabu (29/5/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof Dr Jamal Wiwoho melantik 178 Kepala Program Studi (Kaprodi) untuk masa jabatan 2019-2023 bertempat di Gedung G.P.H Haryo Mataram, Rabu (29/5/2019) siang.

Dari jumlah tersebut, pejabat yang dilantik meliputi Direktur Sekolah Vokasi, Kaprodi Profesi, Kaprodi S1, Kaprodi S2, Kaprodi S3 dan Kaprodi Spesialis.

Dalam sambutannya Rektor UNS, Prof Dr Jamal Wiwoho berharap para Kaprodi yang dilantik mampu memperbaiki kualitas birokrasi yang ada di masing-masing program studi.

Dirinya juga mendorong agar program studi di lingkungan UNS dapat mewujudkan iklim birokrasi yang mudah, cepat, dan ramah.

Terutama dalam pelayanan birokrasi kepada mahasiswa.

"Saya berharap kepada para Kaprodi agar tidak mempersulit penyelenggaraan akademik kepada mahasiswa dan saya ingin proses itu harus dipercepat," katanya.

Ditinggal Mudik Lebaran, Setiap Perumahan di Solo Akan Disisir oleh Personel Gabungan TNI-Polri

Selain itu, Jamal juga menitipkan pesan kepada Kaprodi yang baru agar program studi yang sampai saat ini belum terakreditasi A agar dapat ditingkatkan akreditasinya.

Tidak hanya untuk kaprodi saja, Prof Jamal juga berharap partisipasi dekan untuk mengawasi proses akreditasi program studi.

"Dekan di masing-masing fakultas juga bertanggung jawab untuk mengevaluasi kinerja Kaprodi apabila pada saat akreditasi program studi tersebut belum terakreditasi A," katanya.

Bos Trans TV, Chairul Tanjung Dampingi Wisuda Putri Tanjung di San Fransisco, Intip Potretnya

Perbaikan akreditasi merupakan salah satu konsep dari 5 pilar yang diusung Prof Jamal dalam memimpin UNS.

Konsep tersebut merupakan akselerasi dan re-orientasi pembelajaran yang berbasis revolusi industri 4.0

Jamal juga menegaskan bahwa dalam menghadapi masa transisi menuju Revolusi Industri 4.0, masing-masing program studi di UNS harus menyelaraskan diri dengan perkembangan jaman.

"Mau tidak mau suka tidak suka kita harus mengikuti revolusi industri 4.0 terutama dalam hal pendidikan," katanya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved