Pilpres 2019

Soal Gugatan Prabowo-Sandi ke MK, Pengamat Sebut 02 Jangan 'Bermain di Dua Kaki'

Menurut Agus Riewanto, gugatan hasil Pilpres 2019 yang dilayangkan pada 24 Mei 2019 oleh kubu 02 itu harus diikuti sesuai prosedur dan aturan di MK.

Soal Gugatan Prabowo-Sandi ke MK, Pengamat Sebut 02 Jangan 'Bermain di Dua Kaki'
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tiba di makam Soeharto dan Tien Soeharto di Astana Giribangun, Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Senin (27/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno (Prabowo-Sandi) telah melayangkan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut Pengamat Politik dan Ketatanegaraan dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto, gugatan hasil Pilpres 2019 yang dilayangkan pada 24 Mei 2019 oleh kubu 02 itu harus diikuti sesuai prosedur dan aturan di MK.

Yakni mulai sidang perdana diperkirakan 14 Juni 2019 hingga pembacaan sidang putusan MK pada  28 Juni 2019 mendatang.

8 Catatan Kerusuhan 22 Mei Mahfud MD: Jangan Sebar Hoax di Sosmed hingga Apresiasi Langkah Prabowo

"Artinya kubu 02 jangan bermain di 2 kaki, satu sisi menggugat ke MK, sisi lain masih akan mengerahkan massa dalam berbagai bentuk seperti 21-22 Mei 2019 kemarin," kata dia kepada TribunSolo.com, Rabu (29/5/2019).

"Karena gugatan ke MK telah dilayangkan, maka kubu 02 menghentikan provokasi pilpres curang dan melarang pendukungnya berdemonstrasi," jelasnya menegaskan.

Kubu 02 lanjut dosen Fakultas Hukum (FH) itu harus mempercayakan pada MK untuk membuat keputusan yang adil, mengingat cara apapun non konstitusi termasuk people power tidak akan bisa mengubah hasil Pilpres 2019.

"Yang bisa mengubah hasil Pilpres 2019 adalah hakim MK sesuai Pasal 24 C UUD 45," jelasnya.

"Salah satu kewenangan MK adalah memutus sengketa hasil pemilu," kata dia membeberkan.

Prabowo Pergi ke Dubai Bersama Rekannya yang Berasal dari Rusia, Amerika Serikat dan Jerman

Dia menambahkan, hanya saja kubu 02 mulai mempersiapkan pembuktikan dalil-dalil dan alat bukti menyongsong sidang perdana 14 Juni 2019 mendatang.

"Harus mentaati aturan bersidagan di MK sesuai PMK Nomor 4 Tahun 2018 tentang Tata Cara Beracara Perkara Perselisihan Hasil Pilpres," ungkapnya. (*) 

Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved