Breaking News:

Jaksa KPK Akan Buktikan Keterlibatan Menteri Agama dalam Kasus Suap Jual-Beli Jabatan di Kemenag

KPK menelusuri dugaan keterlibatan Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifudin pada kasus suap jual-beli jabatan di Kementerian Agama.

DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah meminta keterangan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Rabu (22/5/2019). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan keterlibatan Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifudin pada kasus suap jual-beli jabatan di Kementerian Agama.

Nama Lukman sudah disebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK pada sidang beragenda pembacaan surat dakwaan atas nama terdakwa Kepala Kantor Wilayah Jawa Timur nonaktif, Haris Hasanudin.

Sidang beragenda pembacaan surat dakwaan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, pada Rabu (29/5/2019).

"Berdasarkan kemarin hasil penyidikan yang kami dapatkan seperti itu. Lebih jelasnya nanti kami akan buka dipersidangan saja. Pembuktian di persidangan saja," kata JPU pada KPK, Wawan Gunawarto, ditemui di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, pada Rabu (29/5/2019).

Rembug Nasional 98 Berniat Laporkan Prabowo Terkait Kerusuhan 22 Mei, BPN: Kami Akan Laporkan Balik

Samsul Huda Yudha, selaku penasihat hukum Haris Hasanudin menyebut Lukman Hakim Syaifudin bersama dengan Ketua Umum PPP Romahurmuziy tidak melakukan jual-beli jabatan di Kemenag.

Dia mengungkapkan ada pemberian uang kepada kedua orang itu, namun itu bersifat 'Bisyaroh' atau dalam bahasa Indonesia yang diartikan sebagai kabar gembira.

Ini merupakan bentuk tradisi lama untuk memberikan sesuatu kepada pimpinan yang hadir saat melakukan suatu kunjungan.

Namun, menurut JPU pada KPK pemberian sesuatu kepada pejabat negara itu merupakan sesuatu yang ilegal.

Apalagi pemberian sesuatu itu berupa uang. Jaksa Wawan menyebut ada pemberian uang senilai Rp 70 juta yang diberikan oleh Haris Hasanudin.

"Iya (pemberian senilai Rp 70 juta,-red)" kata Jaksa Wawan.

Halaman
12
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved