Pemilu 2019

Perusakan Fasilitas hingga Kaca Meja Pecah, Ini Versi Ketua DPC Partai Gerindra Solo

Meja kaca kantor partai berlambang burung Garuda di Jalan Parang Liris Nomor 4B Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Solo itu pecah dan berantakan.

Perusakan Fasilitas hingga Kaca Meja Pecah, Ini Versi Ketua DPC Partai Gerindra Solo
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Kader Partai Gerindra memadai Stadion Sriwedari Solo saat kampanye terbuka beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perusakan fasilitas terjadi di dalam kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Solo.

Akibat perusakan itu, meja kaca kantor partai berlambang burung Garuda di Jalan Parang Liris Nomor 4B Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Solo itu pecah dan berantakan.

Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, perusakan fasilitas dilakukan oleh anggota Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR), terjadi Kamis (30/5/2019) pukul 22.00 WIB.

Ketua DPC Partai Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno, yang juga menjadi pihak pelapor membenarkan kejadian menjelang tengah malam tersebut.

"Saya membawa ke jalur hukum dan sudah melaporkan ke Polresta Solo," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Jumat (31/5/2019).

Ambulans Berlogo Gerindra yang Berisi Batu dalam Aksi 22 Mei Tunggak Pajak Sejak 2015

Adapun kronologinya menurut dia, ada lima orang datang yakni satu di antaranya Sekjen PPIR Solo, Sapardi (55) yang menemuinya di kantor DPC Partai Gerindra pukul 21.30 WIB.

"Supardi menanyakan kekurangan pembayaran dana saksi Pemilu 2019, tapi saya tanyakan mana hasil pengumpulan C1 asli, tidak ada barangnya," ungkapnya.

"Padahal kami (DPC) sudah memberikan uang muka Rp 209 juta," kata dia menegaskan.

Anggota DPRD Solo itu menjelaskan, sesuai perjanjian memang total jumlah dana saksi Pemilu 2019 sebesar Rp 418 juta, yakni dengan estimasi untuk Rp 100 ribu per orang.

"Kata dia (Sapardi) para saksi telah mengumpulkan C1 sebanyak sekitar 660 C1, tapi kenyataan tidak ada barangnya, ini saya tekankan lagi ya," jelasnya.

Caleg Gerindra DPRD Kota Semarang Dipenjara Gara-gara Narkoba

Namun dalam diskusi pembahasan itu lanjut Ardianto, pihaknya meminta untuk diserahkan ke DPD Partai Gerindra Jateng, tetapi ditolak.

"Saat itu terlapor (Sapardi) langsung membalikkan meja kaca, sehingga kaca pecah dan berantakan," ungkapnya.

"Saya diam saja, tidak bereaksi," tuturnya membeberkan. (*) 

Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved