Breaking News:

Senin Petang Nanti, Kemenag akan Sidang Isbat Tentukan Hari Raya Idul Fitri

Apabila bulan baru terlihat perukyat beberapa saat setelah Magrib tiba (qobla ghurub) maka pada petang ini ditetapkan sudah memasuki 1 Syawal.

Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.COM/WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Ilustrasi anggota Lajnah Falakiiyah PBNU meneropong matahari untuk melihat Rukyah Hilal di Gedung Season City, Tambora, Jakarta Barat, Senin (8/7/2013). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Sidang Isbat atau penentuan jatuhnya Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriyah akan digelar pada Senin (3/6/2019) petang sebelum waktu Salat Magrib berlangsung di kantor Kementerian Agama di Jakarta Pusat.

Dikutip dari Antara, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin masih terjadwal akan memimpin sidang yang diikuti para ulama, tokoh organisasi kemasyarakatan Islam, pakar astronomi, delegasi negara sahabat dan unsur terkait lainnya.

Kegiatan sidang isbat itu diawali paparan secara terbuka mengenai posisi bulan sabit baru (hilal) berdasarkan data astronomi (falak) oleh pakar astronomi.

Kegiatan dilanjutkan dengan salat Magrib kemudian dilakukan sidang tertutup.

Seorang Ibu Mengadu ke KontraS, Anaknya Ditangkap dan Diduga Disiksa Pascakerusuhan 22 Mei

Setelah itu, hasil sidang isbat akan diumumkan dalam jumpa pers.

Sebelumnya, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Agus Salim mengatakan Kemenag menyebar para pemantau hilal di 105 titik di seluruh Indonesia.

Adapun Kemenag dalam menetapkan jatuhnya Lebaran memadukan dua metode yaitu melalui perhitungan astronomi (hisab) untuk menentukan posisi pasti hilal.

Kemudian akan didapatkan prakiraan letak bulan baru dan dikonfirmasi dengan melihat hilal secara langsung (rukyat).

Masyarakat Beri Ucapan Belasungkawa, SBY Tak Kuasa Bendung Tangis

Apabila bulan baru terlihat perukyat beberapa saat setelah Magrib tiba (qobla ghurub) maka pada petang ini ditetapkan sudah memasuki 1 Syawal.

Artinya, masyarakat Indonesia akan merayakan Lebaran pada Selasa (4/6) atau puasa berlangsung selama 29 hari versi pemerintah.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved