Tiket Pesawat Mahal, Ketum PHRI: Open Sky dengan Maskapai Asing Bisa Jadi Solusi

Saat ini, industri penerbangan tanah air dikuasai oleh dua maskapai besar, yakni Lion Air Group dan Garuda Indonesia Group.

Tiket Pesawat Mahal, Ketum PHRI: Open Sky dengan Maskapai Asing Bisa Jadi Solusi
KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan, pihaknya menduga tingginya harga tiket disebabkan karena kurangnya persaingan maskapai di Indonesia.

Pihaknya pun pernah mengusulkan kepada pemerintah untuk membuka kerja sama penerbangan open sky dengan maskapai asing agar melebarkan ekspansi ke Indonesia.

"Kami pernah mengusulkan ke pemerintah agar membuka pintu masuk regional airlines ke Indonesia untuk menambah rute domestik."

"Bisa saja itu Jetstar, AirAsia, dan lainnya."

"Jadi ini tentu saja kabar yang sangat menggembirakan," kata Hariyadi di Jakarta,  Jumat (01/06/2019).

Kakorlantas Polri Instruksikan Polisi Razia Pelat Nomor Dewa dan Rotator

Hariyadi menilai, harga tiket pesawat untuk saat ini masih terlalu mahal sehingga dunia usaha, pariwisata, terutama untuk jasa travel dan penginapan terkena dampaknya.

Saat ini, industri penerbangan tanah air dikuasai oleh dua maskapai besar, yakni Lion Air Group dan Garuda Indonesia Group.

Haryadi mengatakan, kondisi pasar duopoli itu memunculkan persaingan harga yang kurang sehat dalam suatu industri.

Seorang Ibu Mengadu ke KontraS, Anaknya Ditangkap dan Diduga Disiksa Pascakerusuhan 22 Mei

"Justru, pemain lain bisa saja melakukan kenaikan harga juga, meski tidak setinggi pemain sebelumnya."

"Hal ini lantaran pemain itu melihat ada peluang untuk tetap mendapat keuntungan dalam persaingan yang pasarnya dikuasai oleh dua pemain saja."

"Masyarakat jadi tidak ada pilihan," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah mewacanakan akan menerapkan sistem open sky dengan cara mengundang maskapai asing masuk ke Indonesia.

Presiden Jokowi juga mengakui pemerintah telah berupaya menurunkan harga tiket pesawat dengan menempuh beberapa langkah seperti menurunkan Tarif Batas Atas (TBA) dan menaikkan Tarif Batas Bawah (TBB).  (Rifqi Aufal Sutisna)

Artikel ini telah dipublikasikan Kompas.com dengan judul: Tiket Pesawat Mahal, Pemerintah Didorong Terapkan 'Open Sky'

Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved