Bom Bunuh Diri di Kartasura

Pelaku Bom Bunuh Diri di Pospam Kartasura Diduga Lulusan MAN 2 Solo, Ini Penjelasan Sekolah

Giyono memaparkan, dia dan pengelola lainnya di sekolah mendapatkan dua buah identitas versi kartu tanda penduduk (KTP) dan identitas lain.

Pelaku Bom Bunuh Diri di Pospam Kartasura Diduga Lulusan MAN 2 Solo, Ini Penjelasan Sekolah
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
MAN 2 Solo yang berada di Jalan Slamet Riyadi Nomor 308, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Solo, Selasa (4/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pihak pengelola Madrasah Alias Negeri (MAN) 2 Solo angkat bicara terkait sosok pelaku bom bunuh diri di Pos Pengamanam (Pospam) Kartasura yang bernama, Rofik Asharudin (22).

Pasalnya, beredar kabar dari perangkat dan Kades Wirogunan tempat pelaku tinggal, warga Dukuh Kranggan Kulon RT 1 RW 2, Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo itu, diduga lulusan MAN 2 Solo pada tahun 2016.

Humas MAN 2 Solo, Giyono, menerangkan, jika pihak sekolah mendapatkan informasi terkait identitas pelaku hingga dugaan lulusan sekolah yang berada di Jalan Slamet Riyadi Nomor 308, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Solo.

"Teman-teman (pengelola sekolah) mendengar itu, juga dapat info Babinsa," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Selasa (4/6/2019).

Keluarga Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Kartasura Tidak Pernah Terima Tamu di Rumahnya

Giyono memaparkan, dia dan pengelola lainnya di sekolah mendapatkan dua buah identitas versi kartu tanda penduduk (KTP) dan identitas lain.

"Namun kami tetap belum yakin, karena kami harus mencari buku yang berisi data induk siswa," tutur dia menegaskan.

Giyono menerangkan, pengelola sekolah harus mencari data secara manual, tetapi hari-hari ini MAN 2 Solo tengah libur.

"Saya harus konfirmasi ke guru-guru," ucap dia.

Temuan Polisi di Rumah Rofik, Pelaku Bom Bunuh Diri di Kartasura, Banyak Bahan Pembuat Bom

Dia menambahkan, jika disebut lulus tahun 2016 maka paling tidak masuk sekolah pada 2013.

"Tetapi rata-rata kalau anak SMA/MAN lulus ya umur 17/18 tahun, makanya kami akan cek dulu," jelasnya.

Sebelumnya, pelaku bom bunuh diri di Pospam Kartasura, Senin (3/6/2019) dikenal sebagai sosok yang tertutup.

Ketua RT 1, Joko Suwanto mengatakan, Rofik sempat sekolah di MAN 2 Solo beberapa tahun yang lalu.

Semenjak lulus dari MAN 2 di Solo, terduga pelaku yang bernama Rofik Asharudin jarang berinteraksi dengan warga dan juga jarang terlihat mengunjungi masjid.

(*)

Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved