Saat Pengendara Sepeda Motor Cari Jalur Tikus Saat Pengalihan Arus di Kawasan Exit Tol Ngasem

Pengalihan arus dilakukan di kawasan exit tol Ngasem, Tol Trans Jawa ruas Solo-Ngawi, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Kamis (6/6/2019).

Saat Pengendara Sepeda Motor Cari Jalur Tikus Saat Pengalihan Arus di Kawasan Exit Tol Ngasem
TribunSolo.com/Asep Abdullah Rowi
Pengendara sepeda motor harus berjibaku di trotoar di Jalan Raya Solo-Semarang, kawasan exit tol Ngasem, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Kamis (6/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pengendara sepeda motor harus berjibaku, karena tidak disisakan jalan aspal sehingga harus mencari 'jalur tikus' demi bisa lewat.

Pemandangan ini terlihat di Jalan Raya Solo-Semarang saat dilakukan pengalihan arus di kawasan exit tol Ngasem, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Kamis (6/6/2019). 

Bahkan dari pantauan TribunSolo.com, lebar jalan aspal sekitar enam meter, sama sekali tidak diberikan oleh pengendara mobil kepada motor yang sama-sama memiliki hal di jalan.

Saat itu, jalan digunakan oleh pengendara mobil sebanyak tiga lajur sehingga tidak ada ruang bagi pengendara motor.

"Harus lewat trotoar atau jalan tanah di pinggir, itu pun bergelombang dan berdebu," ujar pengendara motor, Nanang (23) kepada TribunSolo.com yang akan ke Wonogiri.

Lebaran 2019, TSTJ Solo Targetkan 100 Ribu Pengunjung

"Lagian kalau gak lewat situ, gak bisa karena jalan diisi mobil semua," aku dia membeberkan.

Dia terpaksa mencari jalur tikus setelah berbalik arah dari exit tol Ngasem karena dibarikade.

"Diarahkan warga lewat jalan desa (jalur tikus)," ungkapnya.

Pengatur sukarelawan lalu lintas dari masyarakat setempat, Subagyo (51) membenarkan, banyak pengendara khususnya motor yang kemudian lewat jalanan desa atau jalur tikus.

Halaman
12
Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved