Densus 88 Masih Terus Dalami Kasus Bom Bunuh Diri di Pospam Kartasura

Densus 88 terus mendalami latar belakang aksi bom percobaan bunuh diri di Pos Pantau Simpang Tiga Tugu Kartasura.

Densus 88 Masih Terus Dalami Kasus Bom Bunuh Diri di Pospam Kartasura
TribunSolo.com/Agil Tri
Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi saat berbincang dengan Dandim 0726/Sukoharjo, Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakoso di simpang tuga tugu Kartasura, Sabtu (8/6/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Densus 88 terus mendalami latar belakang aksi bom percobaan bunuh diri di Pos Pantau Simpang Tiga Tugu Kartasura.

Hal ini diungkapkan Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi saat ditemui TribunSolo.com, Sabtu (8/6/2019).

Menurutnya, kasus peledakan bom oleh Rofik Asharuddin dalam penanganan Densus Korwil Jawa tengah.

"Saat ini penyelidikan masih terus dilakukan, untuk mendalami kasus tersebut," katanya.

Dikeluhkan Wisatawan, Oknum Tarik Parkir di Sam Poo Kong hingga Rp 30 Ribu, Karcis Ditulis Tangan

Pendalaman ini untuk mengetahui apakah Rofik Asharuddin benar-benar beraksi seorang diri atau ada orang lain yang ikut terlibat dalam peristiwa di Pos Pantau Kartasura itu.

"Data penyelidikan dari Korwil Jateng akan digabungkan dengan data yang dimiliki Densus, apakah polanya sendiri atau jaringan," katanya.

Dari hasil penyelidikan sementara, Rofik Asharuddin merupakan pelaku tunggal yang melakukan aksi tersebut karena karena termotivasi setelah melihat video kelompok teroris ISIS di media sosial.

Diketahui bahwa Rofik Asharuddin pernah bertukar pengalaman merakit bom dengan sesama 'lone wolf' atau pengikut kelompok teroris yang berjuang sendiri.

"Fakta-fakta mengenai hasil penyelidikan tentunya menjadi ranah Densus, jika ada data lengkap pasti akan terang, siapa yang sudah diajak, kolaborasi sama siapa, diajak siapa, dan sebagainya," terangnya.

Kabarkan Kondisi Terkini Ayahnya, Dewi Perssik Berderai Air Mata Harap Sang Ayah Segera Membuka Mata

Iwan menambahkan, pasca kejadian Rofik Asharuddin langsung dibawa ke Semarang untuk mendapatkan perawatan medis lebih intensif dan penyelidikan.

"Kondisi yang bersangkutan cukup baik, masih bisa diajak untuk berkomunikasi," pungkasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved