26 Satwa Baru Siap Ramaikan Taman Satwa Taru Jurug Solo, Apa Saja?

Pengelola Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo berencana menambah koleksi satwa baru.

26 Satwa Baru Siap Ramaikan Taman Satwa Taru Jurug Solo, Apa Saja?
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Taman Satwa Taru Jurug 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pengelola Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo berencana menambah koleksi satwa baru.

Rencana tersebut akan direalisasikan pada tahun 2019 ini.

"Kami telah bekerjasama dan menandatangani Memorandum of Understanding (Mou) dengan Kebun Binatang Ragunan terkait penambahan satwa baru ini," terang Direktur Utama TSTJ Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, kepada Tribunsolo.com, Minggu (9/6/2019).

Polisi Berjaga di Tiap Titik Keramaian dan Kemacetan, Pemudik Merasa Aman

Dan sebanyak 26 jenis satwa akan melengkapi taman satwa yang lokasinya bersebelahan dengan Sungai Bengawan Solo tersebut.

Antara lain yakni Si Amang, Burung Onta, Burung Pelikan, Kapibara, dan masih banyak lagi.

Pihaknya mengatakan kerjasama tersebut merupakan jalinan kerjasama untuk konservasi satwa.

Bimo menyebut sebagai lembaga konservasi, penambahan koleksi itu penting untuk menjaga populasi jenis satwa yang ada.

Pihaknya juga mengatakan sejumlah kandang pun juga telah dipersiapkan.

Selain itu TSTJ juga telah menjalin kerjasama sister zoo dengan Kebun Binatang Gembira Loka yang ada di Yogyakarta.

"Yakni kami bekerja sama untuk upaya inseminasi buatan bagi Macan Tutul yang ada di TSTJ ini yang tidak ada pasangannya," imbuhnya.

Kondisi Sempat Memburuk, Ayah Dewi Perssik Dikabarkan Meninggal Dunia Pada Minggu Sore

Melalui kerjasama sister zoo tersebut, pihaknya berharap akan ada benih dari macan tutul yang cocok dan dapat dikembangbiakkan.

Bimo menuturkan, pemeliharaan satwa dan pelestarian fauna bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, melainkan seluruh warga yang tinggal di Kota Bengawan.

Pemeliharaan tersebut penting untuk memberi kesempatan kepada anak cucu manusia bisa menyaksikan dan menambah edukasi secara nyata satwa endemik di Indonesia. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved