AirNav Indonesia Cabang Solo Temukan Beberapa Balon Udara Diterbangkan Bebas saat Lebaran

Balon udara bisa mengakibatkan mesin mati hingga meledak jika masuk pada bagian penting pesawat.

AirNav Indonesia Cabang Solo Temukan Beberapa Balon Udara Diterbangkan Bebas saat Lebaran
TribunSolo.com/Asep Abdullah Rowi
General Manager AirNav Solo Dheny Purwo Hariyanto didampingi Danlannud Adi Soemarmo Kolonel (Pnb) Adrian P Damanik memaparkan hasil temuannya terkait balon udara di Mang Engking, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Senin (10/6/2019).  

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau AirNav Indonesia Cabang Solo mendapati tiga balon udara yang diterbangkan bebas di ruang udara Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo selama Lebaran.

Hal itu menjadi salah satu laporan pengawasan yang dipaparkan General Manager AirNav Solo Dheny Purwo Hariyanto bersama Danlannud Adi Soemarmo Kolonel (Pnb) Adrian P Damanik di di Mang Engking, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Senin (10/6/2019).

"Ada tiga temuan dari laporan pilot ketika menerbangkan pesawat selama Lebaran," ungkap Dheny yang diiyakan oleh Damanik sembari menunjukkan kertas berisi peta jalur pesawat.

Lebih lanjut dia memaparkan, ketiga laporan itu yakni pasa Rabu (5/6/2019) yang berada di sekitar 25 NM (noutical mile) arah barat laut mendekati ke Solo pada ketinggian 12.000 feet.

Mantan Dirut PT Pertamina Karen Galaila Agustiawan Divonis 8 Tahun Penjara oleh Pengadilan Tipikor

Sementara dua laporan ada terjadi pada Kamis (6/6/2019) yang berada di ketinggian antara 6.000 feat hingga 8.000 feet.

"Jadi terbang bebas alias liar, tanpa ditambatkan pada tali, sehingga kan sangat berbahaya bagi penerbangan pesawat," jelasnya.

"Kami minta jangan diulangi lagi," kata dia menegaskan.

Dengan ketinggian ribuan feet di langit, balon udara bisa mengakibatkan mesin mati hingga meledak jika masuk pada bagian penting pesawat, seperti pada ekor, elevator, rudder, ailero atau biasa dikenal dengan flight control.

"Belum jika menutup bagian depan cockpit pesawat, membuat pilot tidak bisa melihat ke depan sehingga membahayakan," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved