Breaking News:

Ingin Rp 4,58 Triliun Bisa Kembali untuk Rakyat, KPK Bakal Usut Aset Sjamsul Nursalim di Luar Negeri

KPK memastikan akan memetakan sejumlah aset dari pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia Sjamsul Nursalim yang terdapat di luar negeri.

Editor: Hanang Yuwono
ISTIMEWA
Sjamsul Nursalim 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan memetakan sejumlah aset dari pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim yang terdapat di luar negeri.

Penelusuran aset itu merupakan bagian dari pemulihan aset atas kerugian negara triliunan Rupiah yang diduga timbul akibat korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

"Prinsip dasarnya kalau ada aset yang misalnya asetnya berada di Indonesia tentu akan dilakukan tracing (pelacakan)."

"Kalau ditemukan informasi juga ada aset di luar negeri di manapun itu ya, tidak harus di Singapura maka tidak tertutup kemungkinan akan diidentifikasi juga," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (11/6/2019).

Prabowo Minta Pendukungnya Tak ke MK saat Sidang Sengketa Pilpres demi Hindari Fitnah dan Provokator

Penelusuran aset Sjamsul Nursalim di luar negeri tentu akan dibarengi dengan sejumlah proses koordinasi dengan sejumlah pihak terkait dan otoritas negara setempat.

Karena, KPK tidak bisa masuk melakukan tindakan-tindakan hukum di luar yurisdiksi Indonesia.

KPK berharap dari penelusuran dapat membuka jalan untuk memulihkan kerugian yang diderita keuangan negara terkait perkara ini.

"Identifikasi dari aset-aset yang dipandang relevan, saya belum bisa sampaikan secara detail ya apa saja yang sudah diidentifikasi atau asset tracing sudah dilakukan terhadap aset yang mana saja."

"Kami harapkan Rp 4,58 triliun bisa dirampas untuk negara dan kemudian dikembalikan ke dalam masyarakat," jelas Febri Diansyah.

Liburan ke Australia, Nagita Slavina Kenakan Outfit Seharga Ratusan Ribu hingga Belasan Juta Rupiah

Kasus ini bermula pada saat BDNI milik Sjamsul mendapat BLBI sebesar Rp37 triliun yang terdiri dari fasilitas surat berharga pasar uang khusus, fasilitas saldo debet, dan dana talangan valas.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved