Real Estate Indonesia Jateng : Mulai 1 Juli 2019 Harga Rumah Subsidi Rp 140 Juta

Selisihnya mencapai Rp Juta atau naik 7 persen hingga 8 persen, jika dibandingkan dengan harga sebelumnya yakni Rp 130 juta per unit rumah subsidi

Real Estate Indonesia Jateng : Mulai 1 Juli 2019 Harga Rumah Subsidi Rp 140 Juta
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Ilustrasi pembanguan rumah subsidi di Solo Raya. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah menyebut mulai 1 Juli 2019 harga rumah subsidi dibanderol Rp 140 juta per unit.

Selisihnya mencapai Rp Juta atau naik 7 persen hingga 8 persen, jika dibandingkan dengan harga sebelumnya yakni Rp 130 juta per unit rumah subsidi.

"Kenaikan harga rumah tersebut yang akan berlaku 1 Juli 2019 sebetulnya diusulkan dari Jawa tengah, di mana kenaikannya dipertimbangkan atas beberapa faktor," terang Ketua REI Jateng, MR Prijanto, saat dihubungi Tribunsolo.com, Selasa (11/6/2019).

Pihaknya mengatakan sebelumnya Jawa Tengah mengusulkan di angka Rp 142 juta untuk harga satu unit rumah.

Usai Geledah Kontrakan Ali Amirul Alam alias Umar, Polisi Sempat Telusuri Sungai Cari Barang Bukti

Lantas setelah adanya koreksi, serta pertimbangan - pertimbangan, Pemerintah 'ketuk palu' dengan harga Rp 140 juta per unit rumah.

Sementara faktor-faktor penunjang kenaikan harga rumah subsidi atas adanya kenaikan harga tanah, kenaikan harga material bahan baku bangunan, serta kenaikan upah tenaga kerja.

Untuk kenaikan harga tanah di Jawa Tengah memang dipengaruhi dengan lokasi, sehingga kenaikannya berbeda beda.

Di satu sisi ada yang kenaikan harganya mencapai 20 persen, bahkan di sisi yang lain ada yang kenaikan harganya mencapai 100 persen.

Tak Ada Korban Jiwa, Kebakaran di Perumahan Dosen UNS Solo Diduga Karena Korsleting Listrik

Sementara untuk kenaikan harga material dikatakannya mencapai 12 persen, antara lain untuk material besi, material semen pun mengalami kenaikan walaupun memang tidak terlalu tinggi.

Kemudian yang banyak adalah kenaikan upah tenaga kerja.

"Dulu cari tukang Rp 80 ribu per 8 jam banyak, sekarang upah tukang naik menjadi Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per waktu kerja," imbuhnya.

Waketum PAN: Kemungkinan Bergabung dengan Pemerintahan Besar Sekali

Sementara itu Ketua REI Komisariat Soloraya, Anthony Abadi Hendro mengatakan dengan adanya kenaikan harga tersebut dianggap masih wajar, karena menyusul adanya kenaikan instrumen instrumen pendukung lainnya.

Dari segi angsuran mungkin hanya terpaut Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu dari harga eksis sebelumnya.

"Kalau lihat dari segi angsuran kenaikannya tidak terlalu berpengaruh banyak, apabila dibandingkan dengan adanya kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) tidak memberatkan masyarakat," tutupnya. (*) 

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved