Sekjen Kemenag Beberkan Peran Menag Loloskan Haris Hasanuddin dalam Kasus Suap Jual-Beli Jabatan

Nur Kholis Setiawan, mengungkap peran Lukman Hakim Saifuddin, dalam kasus suap jual-beli jabatan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.

Sekjen Kemenag Beberkan Peran Menag Loloskan Haris Hasanuddin dalam Kasus Suap Jual-Beli Jabatan
TRIBUNNEWS.COM/GLERY LAZUARDI
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama, Nur Kholis Setiawan saat memberikan keterangan sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (12/6/2019). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama, Nur Kholis Setiawan, mengungkap peran Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, dalam kasus suap jual-beli jabatan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.

Menurut Nur Kholis, Lukman mengintervensi agar memasukkan nama Haris Hasanuddin, Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kanwil Kemenag Jawa Timur, sebagai peserta yang masuk 3 besar calon Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

Upaya intervensi itu berawal pada 29 Januari 2019, Kholis mengatakan, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mengirim surat ke Kemenag untuk meminta menteri selaku PPK untuk tidak meloloskan dan melantik Haris sebagai Kakanwil Jatim.

Hal ini, karena Haris pernah dijatuhi sanksi disiplin PNS. Sementara salah satu syarat untuk mendaftar sebagai kakanwil tidak pernah dijatuhi sanksi.

George Toisutta Meninggal Dunia, Semasa Hidup Dikenal Kerap Membantu Urusan Musala

Kholis sempat melaporkan rekomendasi itu kepada Lukman.

Namun, direspons Lukman hanya sebatas mendalami.

Kholis mengatakan dari sebelum proses penetapan dan pelantikan, sebenarnya Menag Lukman sudah cenderung memilih Haris.

Lukman tetap memerintahkan panitia seleksi memasukkan nama Haris.

Alasannya, Haris pernah menjabat Pelaksana tugas Kakanwil Kemenag Jatim dan Lukman mengetahui kompetensi yang bersangkutan.

Bantah Terima Uang 70 Juta dari Haris, Menag: Tidak Pernah Menerima Pemberian dalam Bentuk Apapun

"Saya sudah menghitung, meskipun risiko disuruh membatalkan."

Halaman
1234
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved