Buat PPDB Online untuk SMP, Pemkab Karanganyar Bakal Anggarkan Lewat APBD Perubahan 2019

Buat PPDB Online untuk SMP, Pemkab Karanganyar Bakal Anggarkan Lewat APBD Perubahan 2019, Pemkab Karanganyar bakal menganggarkan sendiri

Buat PPDB Online untuk SMP, Pemkab Karanganyar Bakal Anggarkan Lewat APBD Perubahan 2019
TribunSolo.com/Ryantono
Orang Tua siswa melihat pengumuman penundaan PPDB di SMPN 1 Tawangmangu, Kamis (13/6/2019). 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pemkab Karanganyar bakal menganggarkan sendiri untuk pembuatan sistem Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) bagi SMP secara online.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Agus Haryanto mengungkapkan, penganggaran itu dilakukan karena dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dilarang untuk pelaksanaan PPDB online SMP dalam tahun ajaran 2019/2020 di Karanganyar.

"Dalam waktu dekat ini Bupati Karanganyar Juliyatmono memutuskan untuk memberikan anggaran melalui percepatan APBD Perubahan 2019," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Kamis (13/6/2019).

"Itu semua masih dibahas bersama," terang dia menegaskan.

Sebelumnya, Disdikbud Karanganyar angkat bicara terkait PPDB untuk SMP yakni seperti tertuang dalam surat bernomor 003.1/1.985.4/VI/2019 yang berisi tentang penudaan pendaftaran PPDB tahun ajaran 2019/2020.

Terlebih, telah terjadi fenomena antrean ratusan orangtua siswa hingga rela bermalam di SMPN 1 Tawangmangu di Kecamatan Tawangmangu, Rabu (12/6/2019) malam.

Sekretaris Disdikbud Karanganyar, Agus Haryanto membenarkan, adanya penundaan PPDB untuk SMP di Karanganyar, apalagi fenomena antrean hingga bermalam terjadi karena orangtua khawatir dengan anaknya bila tidak diterima, sebab untuk zona 1 merupakan kuota prioritas.

Maka bila kuota zona 1 sudah terpenuhi, akan dilanjutkan sesuai urutan pada zona 2.

"Itulah yang membuat orangtua khawatir dan rela sampai larut malam, karena takut kehabisan kuota," katanya.

Agus memaparkan, berdasarkan kenyataan itu akhirnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan membuat kebijakan untuk menunda pendftaran dari tanggal 13 - 18 Juni 2019 menjadi 1-4 Juli 2019 mendatang.

"Juga untuk melakukan evaluasi pada sistem yang ada," tutur dia.

"Soal terjadi antrean karena adanya perubahan aturan dari online menjadi offline jadi harus ke sekolah langsung," paparnya.

Namun saat disinggung apakah pendaftaran nantinya akan dilakukan dengan sistem online atau berbasis komputer, Pemkab Karanganyar belum menerapkan PPDB online lantaran belum ada anggaran.

Apalagi pihaknya sudah menganggarkan melalui dana BOS pusat hanya saja, pada Januari 2019 lalu ada kabar dana tersebut dilarang dipakai untuk PPDB online. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved