Ini Penyebab Orang Tua Rela Antre Sampai Larut Malam Demi Anaknya Diterima di SMP N 1 Tawangmangu

"Jadi sistemnya cepet-cepetan gitu ngisi kuota kayak siapa cepat dia dapat," papar dia.

Ini Penyebab Orang Tua Rela Antre Sampai Larut Malam Demi Anaknya Diterima di SMP N 1 Tawangmangu
TribunSolo.com/Ryantono
Cari Kejelasan: Orang Tua siswa melihat pengumuman penundaan PPDB di SMP N 1 Tawangmangu. 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Ryantono

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Para orang Tua siswa membeberkan alasan mereka menunggu sampai larut malam untuk daftar Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP N 1 Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Rahmad Fauzi (51) warga Dukuh Krangean, Desa Ngelebak, Tawangmangu mengatakan, banyak orang tua rela menunggu sampai dini hari lantaran mendengar untuk masuk di SMP N 1 Tawangmangu tidak perlu menggunakan nilai.

"Jadi sistemnya cepet-cepetan gitu ngisi kuota kayak siapa cepat dia dapat," papar dia.

"Itu yang membuat kami rela walau sampai malam," imbuhnya lagi.

Pendaftaran PPDB SMP di Karanganyar Ditunda, Orang Tua Kecele

Menurut dia, bila sistem PPDB penerimaan berdasarkan nilai tentu akan lebih fair.

Namun, yang ada di lapangan adalah ditutut untuk lebih dulu mengisi kuota.

Dia mengatakan, sebenarnya yang menumpuk antre sampai larut malam adalah kebanyakan orang tua yang tinggal di Zona 2.

Dipaparkannya, Zona 1 di Kecamatan Tawangmangu adalah RW 1,2, dan 3. Sementara, Zona 2 adalah diluar zona 1 tersebut di Kecamatan Tawangmangu.

Sempat Viral, Begini Kondisi Terkini SMP Negeri 1 Tawangmangu

"Kalau zona 1 itu dekat sekolahan jadi kami tidak mempermasalahkan karena mereka pasti dapat kuota," kata Rahmad Fauzi pada Tribunsolo.com.

"Lah kalau yang zona 2 ini tentunya yang cepet - cepetan mendapatkan kuota jadi pada nunggu karena offline daftarnya," kata Rahmad Fauzi.

Dia berpendapat sebaiknya sistem zonasi ini diganti dengan sistem nilai. Jadi, anak yang berprestasi yang dikompetisikan.

Hal tersebut akan sesuai dengan kemampuan anak. Bila, sistem siapa cepat dia dapat tentu hanya mengandalkan keberuntungan. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved