Soal Kasus Suap Jual-Beli Jabatan, Menag Disebut Ikut Campur Tangan Usulkan Nama Haris Hasanuddin

Kholis mengatakan dari sebelum proses penetapan dan pelantikan, sebenarnya Menag Lukman sudah cenderung memilih Haris.

Soal Kasus Suap Jual-Beli Jabatan, Menag Disebut Ikut Campur Tangan Usulkan Nama Haris Hasanuddin
DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah meminta keterangan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Rabu (22/5/2019). 

"Saya sudah menghitung, meskipun risiko disuruh membatalkan, saya terus melapor kepada beliau, dan kemudian beliau katakan 'ingin dalami'" ujar Cholis, pada saat memberikan keterangan sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Dia menilai, Lukman mempunyai kecenderungan untuk memilih Harris sebagai Kakanwil Kemenag Jatim.

Selama perkembangan pencalonan Harris, dia memberitahukan kepada Lukman.

"Ada 3 kalimat. Bagi setiap calon untuk Jatim, saya hanya kenal saudara Haris Hasanuddin."

"Saya sudah tahu kompetensi saat menjabat sebagai Plt Kakanwil Jatim," kata Kholis.

Dia menjelaskan, terdapat enam orang melamar sebagai Kakanwil Kemenag Jatim.

Jaksa KPK Akan Buktikan Keterlibatan Menteri Agama dalam Kasus Suap Jual-Beli Jabatan di Kemenag

Melihat surat rekomendasi dari KASN, tim panitia seleksi memberikan nilai tidak tinggi kepada Haris.

Sehingga pada total penilaian, Haris berada di urutan keempat.

Kholis melaporkan kepada Lukman, soal Haris yang mendapat nilai rendah saat proses seleksi. 

Namun, dia mengklaim, Lukman memberikan pernyataan yang dipahami Kholis agar meloloskan di tahap seleksi.

Halaman
1234
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved