Soal Kasus Suap Jual-Beli Jabatan, Menag Disebut Ikut Campur Tangan Usulkan Nama Haris Hasanuddin

Kholis mengatakan dari sebelum proses penetapan dan pelantikan, sebenarnya Menag Lukman sudah cenderung memilih Haris.

Soal Kasus Suap Jual-Beli Jabatan, Menag Disebut Ikut Campur Tangan Usulkan Nama Haris Hasanuddin
DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah meminta keterangan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Rabu (22/5/2019). 

Lukman tetap meminta Kholis sebagai Ketua Panitia Seleksi untuk meloloskan Harris.

"Saat itu, beliau (Lukman,-red) memerintahkan ke saya, masukan (Haris,-red) ke tiga besar," kata dia.

Setelah menerima arahan dari Lukman, dia berdiskusi dengan empat anggota pansel.

Namun, pada saat itu yang mengamini perintah Menag hanya ada 3 orang termasuk dirinya.

Dengan kesepakatan ketiganya, akhirnya Haris diloloskan.

Bantah Terima Uang 70 Juta dari Haris, Menag: Tidak Pernah Menerima Pemberian dalam Bentuk Apapun

"Ketika tiga orang, termasuk saya sudah rela, lalu saya sampaikan ke Kabiro kepegawaian 'Pak tolong diakomodir, gimana caranya beliau (Haris,-red) ini bisa masuk', maka yang terjadi, saya belum memberi nilai makalah."

"Sehingga saat itu saya memberi nilai makalah lebih tinggi daripada para peserta lain," tambahnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK mendakwa Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim), nonaktif Haris Hasanudin , memberi suap Rp 255 juta kepada mantan Ketua Umum PPP, Muchamad Romahurmuziy.

Uang ratusan juta diduga diberikan Haris kepada Romahurmuziy untuk mengintervensi proses pengangkatan sebagai kepala Kanwil Kemenag Jatim.

Proses pengangkatan Haris dalam jabatan itu sempat terkendala lantaran pernah mendapatkan sanksi disiplin selama 1 tahun pada 2016.

Halaman
1234
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved