Usai Lebaran 2019, Stok Darah PMI Solo Menipis
Jumlah kantong tersebut berada di zona tidak aman. "Sedangkan untuk stok yang aman itu 1000 - 1.500 kantong," katanya.
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Garudea Prabawati
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Usai libur Lebaran berakhir, stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Solo menipis.
Hal tersebut dikarenakan berkurangnya jumlah pendonor akibat libur panjang momen Lebaran lalu.
"Persediaan darah kita hari ini hanya 945 kantong," kata Kepala UTD PMI Solo dr Kunti Dewi Saraswati, Kamis (13/5/2019) siang.
Jumlah kantong tersebut berada di zona tidak aman.
"Sedangkan untuk stok yang aman itu 1000 - 1.500 kantong," katanya.
"Ya berbagai cara sudah kita lakukan karena memang sejak awal puasa kita sudah menyediakan darah juga," katanya.
Menurut dia, permintaan darah oleh rumah sakit rata-rata per hari saat ini mencapai sekitar 350 kantong.
Dirinya juga membeberkan bahwa PMI Solo tidak hanya melayani kebutuhan Kota Solo saja, namun juga daerah sekitar.
Dalam tiga hari terakhir kebutuhan darah kota sekitar mencapai 30 persen dari stok yang ada.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk menambah jumlah pendonor.
Kunti menjelaskan para karyawan PMI pun juga turut mendonorkan darahnya.
PMI juga mengoperasikan 6 mobile unit di beberapa titik salah satunya berada di Manahan.
"Harapannya dalam waktu dekat kebutuhan darah bisa terpenuhi," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kepala-utd-palang-merah-indonesia-pmi-solo-dr-kunti-dewi-saraswati.jpg)