Gadis di Bawah Umur Dicabuli di Semak-semak Pinus Wonogiri hingga Hamil, Penjual Burung Ditangkap

Gadis di Bawah Umur Dicabuli di Semak-semak Pinus Wonogiri hingga Hamil, Penjual Burung Ditangkap, polres Wonogiri

Gadis di Bawah Umur Dicabuli di Semak-semak Pinus Wonogiri hingga Hamil, Penjual Burung Ditangkap
Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Pria asal Desa Sawahan, Kecamatan Ponjong, Gunung Kidul IAS (26) harus berurusan dengan Polres Wonogiri karena mencabuli gadis di bawah umur.

Pria yang sehari-hari menjual burung itu, menyetubuhi seorang gadis, Bunga (15) yang merupakan pelajar kelas IX dari Kecamatan Eromoko, Wonogiri pada Desember 2018 lalu.

Menurut Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP, Purbo Adjar Waskito mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti, IAS melancarkan aksi bejatnya berupa pencabulan tersebut di semak-semak hutan Pinus Salam di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri.

"Setelah korban dicabuli di semak-semak hutan Pinus Salam pada 2018 lalu, saat ini korban dalam keadaan hamil," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (14/6/2019).

Camat Grogol Sukoharjo Akan Beri Pendampingan kepada Anak di Bawah Umur yang Jadi Korban Pencabulan

Purbo menjelaskan, kejadian bermula saat perkenalan korban dengan IAS melalui jejaring media sosial WhatsApp (WA) pada September 2018 lalu.

Saat itu IAS dan sang gadis di bawah umur saling berkomunikasi dan merasa saling suka, lantas kedua orang tersebut semakin intens dan menjalin hubungan spesial lewat status pacaran.

Pada Desember 2018, kedua pasangan tersebut melakukan hubungan suami-istri, hingga gadis di bawah umur yang disamarkan namanya tersebut hamil.

"Pencabulan dilakulan sebanyak dua kali," ungkap dia.

"Pelaku membujuk korban agar mau disetubuhi dan terlapor menjanjikan jika terjadi sesuatu terhadap
korban, terlapor akan bertanggungjawab," jelasnya.

Bawa Kabur Gadis 16 Tahun Tiga Hari, Pria Asal Baki Sukoharjo Ini Lakukan Pencabulan Berkali-kali

IAS sendiri ditangkap pada Kamis (13/6/2019) beserta barang bukti berupa pakaian korban dan sebuah ponsel android.

Akibat perbuatannya, lanjut dia, terlapor terancam pasal 81 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved