Pilpres 2019

Tanggapan Polres Boyolali soal Penangkapan Pelaku Penyebar Hoaks Server KPU Seorang Dosen di Solo

Polres Boyolali membenarkan penangkapan dosen berinisial WN (54) yang merupakan warga di Jalan Mangunreja RT 01 RW 1 Desa Mojolegi, Teras, Boyolali.

Tanggapan Polres Boyolali soal Penangkapan Pelaku Penyebar Hoaks Server KPU Seorang Dosen di Solo
Sinode GKJ
Ilustrasi Hoaks. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Polres Boyolali membenarkan penangkapan dosen berinisial WN (54) yang merupakan warga Desa Mojolegi, Kecamatan Teras, Boyolali.

WN diketahui menyampaikan informasi hoaks terkait setting-an server Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kasatreskrim Polres Boyolali Iptu Mulyanto mewakili Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro mengungkapkan, penangkapan WN langsung ditangani oleh Mabes Polri.

"Hanya minta backup Polsek Teras," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Senin (17/6/2019).

Pelaku Penyebar Hoaks Server KPU Setting-an Bekerja Sebagai Dosen di Dua Universitas di Solo

Lebih lanjut Mulyanto menerangkan, pihaknya tidak mengetahui secara persis kronologi penangkapan WN yang disebut mengajar di dua universitas di Solo.

"Kalau mengajar di universitas mana, saya tidak tahu tepatnya, karena langsung Mabes Polri," terang dia menegaskan.

Sebelumnya, Polri menangkap orang yang menyampaikan informasi hoaks setting-an server Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Tersangka dengan inisial WN (54) ditangkap di Jalan Mangunreja RT 01 RW 1 Desa Mojolegi, Kecamatan Teras, Boyolali pada 11 Juni 2019 sekitar pukul 21.45 WIB lalu.

Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul (paling kiri) saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/6/2019). 

Penyebar Hoaks Server KPU Setting-an Ditangkap di Boyolali, Pelaku Kerap Berpindah-pindah Lokasi

Menurut dia, tersangka kasus hoaks terkait setting-an server Komisi Pemilihan Umum (KPU), memiliki gelar akademis magister.

WN, sehari-hari juga bekerja sebagai dosen. 

"Untuk yang bersangkutan latar belakang sebelumnya adalah dosen di bidang IT di dua universitas di Solo," ungkap Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/6/2019).

Polisi menduga bahwa WN diundang ke sebuah acara untuk menyampaikan materi karena memiliki keahlian dan gelar tersebut. (*) 

Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved