Dosen WN Penyebar Hoaks Setingan KPU Sering Terlihat di Teras Rumah Sebelum Ditangkap Mabes Polri

Tersangka dengan inisial WN (54) ditangkap di Desa Mojolegi, Kecamatan Teras, Boyolali pada 11 Juni 2019 sekitar pukul 21.45 WIB lalu.

Dosen WN Penyebar Hoaks Setingan KPU Sering Terlihat di Teras Rumah Sebelum Ditangkap Mabes Polri
TribunSolo.com/Asep Abdullah Rowi
Penampakan sebuah rumah yang dijadikan tempat persembunyian dosen berinisial WN (54) di Desa Mojolegi, Kecamatan Teras, Boyolali, Selasa (18/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Dosen penyebar hoaks setting-an server Komisi Pemilihan Umum (KPU) sempat terlihat di halaman rumah di Desa Mojolegi, Kecamatan Teras, Boyolali sebelum beberapa hari kemudian ditangkap Mabes Polri.

Hal itu diungkapkan oleh sejumlah warga sekitar yang berada di lingkungan tempat tinggalnya kepada TribunSolo.com, Selasa (18/6/2019).

"Tiga hari sebelum ditangkap pada 11 Juni 2019 malam, kami beberapa hari sering melihatnya (WN) di teras rumah," ungkap warga, Henggo.

"Tapi ajudannya yang keluar masuk rumah untuk beli kopi dan rokok," tuturnya warga lain menimpali.

Menurut Henggo yang juga perangkat RT, sosok WN bukan warga yang sebagaimana dia diketahui menginap di rumah milik warga berinsial D.

Namun penangkapan WN (54) di Desa Mojolegi, Kecamatan Teras, Boyolali pada 11 Juni 2019 sekitar pukul 21.45 WIB lalu.

"Dia bukan warga kami (RT 01), wong kita baru lihat dia beberapa hari kemarin," tuturnya.

Sebelumnya, Mabes Polri menangkap orang yang menyampaikan informasi hoaks setting-an server KPU.

Tersangka dengan inisial WN (54) ditangkap di Desa Mojolegi, Kecamatan Teras, Boyolali pada 11 Juni 2019 sekitar pukul 21.45 WIB lalu.

Menurut dia, tersangka kasus hoaks terkait setting-an server Komisi Pemilihan Umum (KPU), memiliki gelar akademis magister.

WN, sehari-hari juga bekerja sebagai dosen. 

"Untuk yang bersangkutan latar belakang sebelumnya adalah dosen di bidang IT di dua universitas di Solo," ungkap Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/6/2019).

Polisi menduga bahwa WN diundang ke sebuah acara untuk menyampaikan materi karena memiliki keahlian dan gelar tersebut. (*) 

Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved