Masyarakat Ponggok Tidak Kaget Atas Pelaporan Dugaan Korupsi Kadesnya

"Masyarakat sudah lama curiga, ini dana ini larinya untuk apa, rinciannya seperti apa."

Masyarakat Ponggok Tidak Kaget Atas Pelaporan Dugaan Korupsi Kadesnya
TribunSolo.com/Agil Tri
Kantor Desa Ponggok 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Masyarakat Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten mengaku tidak terkejut dengan pelaporan dugaan korupsi oleh Kepala Desa (Kades) Ponggok, Junaedi Mulyono.

Saat ditemui TribunSolo.com, Salah satu tokoh masyarakat Desa Ponggok, Suharta mengaku biasa saja saat mendengar berita dugaan korupsi tersebut.

"Saya baca di media tentang pelaporan tersebut."

Kades Ponggok Bantah Selewengkan Dana Umbul Ponggok Rp 21,6 Miliar, Berikut Penjelasannya

"Biasa saja, saya tidak terkejut," katanya saat berbincang dengan TribunSolo.com dirumahnya, Kamis (20/6/2019).

Menurutnya, masyarakat sudah lama mencium ketidakberesan alokasi keuangan desa pada dana dan aset Badan Usaha Milik Milik Desa (BUMDes) .

"Masyarakat sudah lama curiga, ini dana ini larinya untuk apa, rinciannya seperti apa."

"Tapi karakteristik masyarakat Ponggok itu pendiam, tidak ada yang berani menanyakan," jelasnya.

Mantan Calon Kades tahun 2019 itu menambahkan, Junaedi sudah menjadi Kades tiga periode ini, setelah pada Pilkada lalu kembali memenangkan kursi Kades untuk ketiga kalinya.

Hal senada juga diungkapkam salah satu warga Desa Ponggok, Yanto.

Menurutnya, masyarakat sudah lama mencurigai dana dan aset BUMDes Ponggok.

"Masyarakat sudah lama curiga, tapi tidak ada yang berani menanyakan atau mencari tau," terangnya.

Diketahui Junaedi dilaporkan oleh LSM Jaringan Guna Advokasi Anggaran (Jaguar) karena diduga melakukan korupsi dana BUMDes Tirta Mandiri yang di antara usahanya berupa Umbul Ponggok sebesar Rp 21,6 miliar. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved